Sarolangun, Jambi (ANTARA) - Bupati Sarolangun Hurmin instruksikan penutupan sementara aktivitas PT. Samudera Mahkota Mas (SMM) di Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Singkut yang disampaikan masyarakat akibat limbah Yang ditimbulkan perusahaan tersebut
Selain itu bupati meminta masyarakat menahan diri dan bersabar terkait tuntutan penutupan aktivitas perusahaan tersebut.
Hal itu Bupati Hurmin sampaikan saat menyambut kegiatan audiensi yang digelar, Selasa (19/05) di ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun. guna membahas persoalan keberadaan pabrik sawit PT Samudera Mahkota Mas (SMM) yang mendapatkan penolakan dari sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi pabrik.
Pada kesempatan itu, Zuber perwakilan warga mengatakan bahwa keberadaan pabrik sawit PT SMM ini telah meresahkan masyarakat di sekitar pabrik karena setiap hari harus mencium bau busuk, suara bising dari mesin pabrik, serta adanya dugaan air sungai tercemar limbah pabrik.
"Kami yang setiap hari merasakan ketakutan terhadap kesehatan anak-anak kami, kami datang hari ini untuk meminta bantuan bapak bupati, agar keputusan pabrik sawit PT SMM ini berhenti operasinya," katanya.
Warga lainnya Sunarti, menambahkan bahwa letak pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan pemukiman sehingga membuat warga sekitar tidak nyaman kondisi tersebut.
"Jarak pabrik sawit dari rumah saya 250 meter, siang malam kami mencium bau pak. Suami saya sakit setelah lebaran pak. Kami ngadu pak," tambah Ibu Sunarti
Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terkait keberadaan pabrik sawit PT Samudera Mahkota Mas ini.
Selaku Bupati Sarolangun, tentunya Hurmin berdiri dengan masyarakat hanya saja dalam menyikapi persoalan ini ada proses yang harus dilalui.
"Berikan ruang bagi kami menerima, Insya Allah mudah-mudahan kami besok akan melakukan rapat Forkopimda menyikapi masalah ini, nanti hasilnya seperti apa, akan kami sampaikan ke masyarakat," ucapnya
Ia menambahkan, agar masyarakat untuk menahan diri dalam menyikapi persoalan ini. Pemerintah tentu akan mencari solusi terbaik demi kenyamanan masyarakat sekitar.
"Tolong sabar dulu, seperti apa kajiannya. Insya Allah nanti ada hasilnya. Setelah tim kerja, seperti apa kajiannya nanti, baru kita kasih tahu masyarakat dan kita akan tutup sementara besok," tandasnya
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026