Minggu, 26 Maret 2017

Gubernur bantu pengobatan bayi menderita penyumbatan saluran empedu

id jambi, Gubernur bantu pengobatan bayi menderita penyumbatan saluran empedu
Gubernur bantu pengobatan bayi menderita penyumbatan saluran empedu
Jambi - Gubernur Jambi Zumi Zola beserta istri Sherrin Tharia saat mengunjungi Adila di kediamannya di Kasang, Kota Jambi, Jumat (17/3). (Foto Antarajambi.com/ ist)
Jambi, Antarajambi.com - Gubernur Jambi Zumi Zola beserta istri Sherrin Tharia, Jumat (17/3) mengunjungi bayi yang menderita penyakit penyumbatan saluran empedu dan gangguan hati di Pall 2 Kasang, Jambi Timur, Kota Jambi.

Gubernur mengaku semula adanya laporan bahwa ada bayi berumur 3 bulan yang bernama Adilla menderita penyakit penyumbatan saluran empedu.

"Saya telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dapat memeriksa lebih lanjut, dan kondisinya harus dirujuk untuk dilakukan operasi," kata gubernur.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya sudah meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jambi agar Adilla segera dirujuk ke RSCM Jakarta.

Namun ada kendala dari pihak keluarga bahwa mereka memiliki BPJS Mandiri, tapi surat keterangan tidak mampu belum ada, bahkan belum memiliki kartu keluarga sedangkan untuk mengurus surat keterangan tidak mampu harus memiliki kartu keluarga.

Namun gubernur menegaskan bahwa Adilla akan segera dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang optimal, dan transportasi dan biaya selama di Jakarta akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

Gubernur juga memberikan bantuan secara pribadi berupa uang untuk tahap awal yang langsung diberikan kepada orang tua Adilla.

Adilla merupakan anak pertama dari pasangan Surya dan Novi warga Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Namun Adila menderita penyakit penyumbatan saluran empedu dan gangguan hati.

Kedatangan gubernur Jambi beserta istri disambut baik kedua orangtua Adilla dan keluarga. Novi mengungkapkan bahwa kedatangan gubernur dan istri menjadi penambah semangat tersendiri bagi mereka untuk terus mengobati buah hatinya.

Novi mengatakan, awalnya saat melahirkan Adilla, ada pendarahan diusus Adilla. Sebulan yang lalu baru diketahui bahwa anaknya menderita penyakit ini.

Semua usaha telah dilakukan untuk mengobati putri pertamanya, dan sebelumnya telah dilakukan perawatan di RSUD Raden Mattaher, namun karena keterbatasan alat, pihak rumah sakit pun menyarankan untuk membawa Adilla ke Jakarta.

"Saya sudah ikhlas apapun yang akan terjadi pada anaknya, sepanjang Adilla masih bernafas akan tetap berusaha mengobati. Pihak rumah sakit  mengatakan harus segera dioperasi, untuk biaya operasi sangat mahal dan saya tidak sanggup," kata Novi.

Novi mengharapkan uluran tangan dari semua pihak untuk membantu pengobatan putri pertamanya.(Ant)

Editor: Dodi Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga