• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News jambi
Sabtu, 17 Januari 2026
Antara News jambi
Antara News jambi
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Olahraga
    • Barca ke perempat final Piala Raja usai bungkam Santander 2-0

      Barca ke perempat final Piala Raja usai bungkam Santander 2-0

      Jumat, 16 Januari 2026 7:32

      Ditaklukkan Albacete 2-3, Real Madrid tersingkir dari Piala Raja

      Ditaklukkan Albacete 2-3, Real Madrid tersingkir dari Piala Raja

      Kamis, 15 Januari 2026 9:58

      Inter Milan taklukkan Lecce 1-0 berkat gol tunggal Pio Esposito

      Inter Milan taklukkan Lecce 1-0 berkat gol tunggal Pio Esposito

      Kamis, 15 Januari 2026 5:41

      AS Roma tersingkir dari Coppa Italia usai kalah 2-3 lawan Torino

      AS Roma tersingkir dari Coppa Italia usai kalah 2-3 lawan Torino

      Rabu, 14 Januari 2026 7:35

      Klasemen Liga Italia: Juventus naik ke peringkat tiga

      Klasemen Liga Italia: Juventus naik ke peringkat tiga

      Selasa, 13 Januari 2026 9:10

  • Nasional
    • Kemensos telah serahkan data 21,3 juta penerima bansos pangan

      Kemensos telah serahkan data 21,3 juta penerima bansos pangan

      Selasa, 21 Maret 2023 8:10

      Presiden Jokowi: Pandemi tunjukkan masalah bisa dorong semua bekerja

      Presiden Jokowi: Pandemi tunjukkan masalah bisa dorong semua bekerja

      Senin, 20 Maret 2023 14:20

      KPAI: Intervensi berkelanjutan perlu dilakukan turunkan stunting

      KPAI: Intervensi berkelanjutan perlu dilakukan turunkan stunting

      Sabtu, 18 Maret 2023 8:10

      Menag: Indonesia prioritas dapat tambahan kuota jamaah haji

      Menag: Indonesia prioritas dapat tambahan kuota jamaah haji

      Senin, 13 Maret 2023 7:07

      Kemenag dan Saudi sepakat berlakukan Visa Bio, permudah jamaah haji

      Kemenag dan Saudi sepakat berlakukan Visa Bio, permudah jamaah haji

      Jumat, 10 Maret 2023 2:59

  • Kabar Jambi
    • Umum
    • Info Kabupaten Batanghari
    • Info Kabupaten Tanjung Jabung Timur
    • Info Kabupaten Sarolangun
    • Info KPU
    • Info Kota Jambi
    • Info Kabupaten Tanjabbar
    • Info Kabupaten Tanjabtim
    • Info Kabupaten Muaro Jambi
    • Info Kabupaten Tebo
    • Info Kabupaten Bungo
    • Info Kabupaten Merangin
    • Info Kabupaten Kerinci
    • Info Kabupaten Sungai Penuh
    • Pariwisata/Budaya
      • 9 Warisan Budaya Takbenda dari Jambi

        9 Warisan Budaya Takbenda dari Jambi

        Selasa, 13 Januari 2026 19:53

        Kemenbud menetapkan sembilan tradisi dan budaya Jambi sebagai WBTB

        Kemenbud menetapkan sembilan tradisi dan budaya Jambi sebagai WBTB

        Rabu, 7 Januari 2026 11:37

        Anak muda Jambi sulap danau dari ruang nelayan jadi destinasi wisata

        Anak muda Jambi sulap danau dari ruang nelayan jadi destinasi wisata

        Minggu, 4 Januari 2026 20:47

        Terminal Alam Barajo Jambi siapkan antisipasi lonjakan arus balik Nataru

        Terminal Alam Barajo Jambi siapkan antisipasi lonjakan arus balik Nataru

        Jumat, 2 Januari 2026 5:58

        Tumbangkan Chelsea, Aston Villa raih 11 kemenangan beruntun

        Tumbangkan Chelsea, Aston Villa raih 11 kemenangan beruntun

        Minggu, 28 Desember 2025 7:48

    • Ekonomi
        • Info Bisnis
        • Makro/Mikro
        • Moneter
        PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp57.150/kg, telur ayam Rp36.000/kg

        PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp57.150/kg, telur ayam Rp36.000/kg

        Jumat, 16 Januari 2026 13:08

        Turun Rp6.000, emas Antam kini di angka Rp2,669 juta/gram

        Turun Rp6.000, emas Antam kini di angka Rp2,669 juta/gram

        Jumat, 16 Januari 2026 13:05

        IHSG Kamis dibuka menguat 39,71 poin

        IHSG Kamis dibuka menguat 39,71 poin

        Kamis, 15 Januari 2026 9:39

        Terus naik, emas di Pegadaian kini ada yang sentuh Rp2,752 juta/gram

        Terus naik, emas di Pegadaian kini ada yang sentuh Rp2,752 juta/gram

        Kamis, 15 Januari 2026 9:33

        Pemkot Jambi fasilitasi UMKM peroleh sertifikat halal secara gratis

        Pemkot Jambi fasilitasi UMKM peroleh sertifikat halal secara gratis

        Rabu, 14 Januari 2026 23:43

        Pemprov Jambi pantau harga cabai merah dan cabai rawit jelang Ramadhan

        Pemprov Jambi pantau harga cabai merah dan cabai rawit jelang Ramadhan

        Selasa, 13 Januari 2026 22:51

        Bulog Jambi: Ketersediaan pangan aman untuk menjaga stabilitas harga

        Bulog Jambi: Ketersediaan pangan aman untuk menjaga stabilitas harga

        Selasa, 13 Januari 2026 22:48

        Pemprov Jambi telah kucurkan modal UMKM senilai Rp48,6 miliar

        Pemprov Jambi telah kucurkan modal UMKM senilai Rp48,6 miliar

        Senin, 12 Januari 2026 22:25

        BI Jambi dorong akselerasi transformasi ekonomi digital

        BI Jambi dorong akselerasi transformasi ekonomi digital

        Sabtu, 20 September 2025 16:36

        Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan I/2025 sebesar 4,55 persen

        Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan I/2025 sebesar 4,55 persen

        Selasa, 24 Juni 2025 16:50

        Penerimaan pajak neto Jambi hingga posisi April capai Rp1,06 triliun

        Penerimaan pajak neto Jambi hingga posisi April capai Rp1,06 triliun

        Rabu, 4 Juni 2025 9:50

        Rekrutmen Bersama BUMN 2025 kembali dibuka dalam waktu dekat

        Rekrutmen Bersama BUMN 2025 kembali dibuka dalam waktu dekat

        Selasa, 4 Maret 2025 16:45

    • Polhukam
      • Polisi amankan lima pelajar bawa senjata tajam saat hendak tawuran

        Polisi amankan lima pelajar bawa senjata tajam saat hendak tawuran

        Jumat, 16 Januari 2026 20:18

        Prabowo koreksi desain IKN, tambah embung hingga antisipasi karhutla

        Prabowo koreksi desain IKN, tambah embung hingga antisipasi karhutla

        Jumat, 16 Januari 2026 6:32

        Empat hal penting di taklimat Prabowo kepada rektor dan guru besar

        Empat hal penting di taklimat Prabowo kepada rektor dan guru besar

        Kamis, 15 Januari 2026 21:07

        DPR: Hari Desa momentum perkuat komitmen bersama majukan desa

        DPR: Hari Desa momentum perkuat komitmen bersama majukan desa

        Kamis, 15 Januari 2026 9:49

        KPK duga Ketua PBNU Aizzudin menjadi perantara pada kasus kuota haji

        KPK duga Ketua PBNU Aizzudin menjadi perantara pada kasus kuota haji

        Kamis, 15 Januari 2026 9:44

    • Pendidikan/Kesehatan
      • Polisi dan Disdik mediasi konflik guru dan siswa SMKN 3 Tanjab Timur

        Polisi dan Disdik mediasi konflik guru dan siswa SMKN 3 Tanjab Timur

        Kamis, 15 Januari 2026 23:19

        Pelindo Jambi salurkan beasiswa anak pekerja di pelabuhan

        Pelindo Jambi salurkan beasiswa anak pekerja di pelabuhan

        Kamis, 15 Januari 2026 23:15

        Gubernur Jambi turunkan tim sesali aksi anarkis siswa terhadap guru

        Gubernur Jambi turunkan tim sesali aksi anarkis siswa terhadap guru

        Kamis, 15 Januari 2026 23:11

        Pemprov Jambi dalami perseteruan antara guru dan siswa SMK 3 Tanjab Timur

        Pemprov Jambi dalami perseteruan antara guru dan siswa SMK 3 Tanjab Timur

        Rabu, 14 Januari 2026 22:26

        Program studi psikologi UNJA raih akreditasi baik sekali dari BAN-PT

        Program studi psikologi UNJA raih akreditasi baik sekali dari BAN-PT

        Kamis, 8 Januari 2026 23:00

    • Edisi Khusus
        • Artikel
        • Lipsus
        • Sosok/Profil
        PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp57.150/kg, telur ayam Rp36.000/kg

        PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp57.150/kg, telur ayam Rp36.000/kg

        Jumat, 16 Januari 2026 13:08

        Turun Rp6.000, emas Antam kini di angka Rp2,669 juta/gram

        Turun Rp6.000, emas Antam kini di angka Rp2,669 juta/gram

        Jumat, 16 Januari 2026 13:05

        IHSG Kamis dibuka menguat 39,71 poin

        IHSG Kamis dibuka menguat 39,71 poin

        Kamis, 15 Januari 2026 9:39

        Terus naik, emas di Pegadaian kini ada yang sentuh Rp2,752 juta/gram

        Terus naik, emas di Pegadaian kini ada yang sentuh Rp2,752 juta/gram

        Kamis, 15 Januari 2026 9:33

        Pemkot Jambi fasilitasi UMKM peroleh sertifikat halal secara gratis

        Pemkot Jambi fasilitasi UMKM peroleh sertifikat halal secara gratis

        Rabu, 14 Januari 2026 23:43

        Pemprov Jambi pantau harga cabai merah dan cabai rawit jelang Ramadhan

        Pemprov Jambi pantau harga cabai merah dan cabai rawit jelang Ramadhan

        Selasa, 13 Januari 2026 22:51

        Bulog Jambi: Ketersediaan pangan aman untuk menjaga stabilitas harga

        Bulog Jambi: Ketersediaan pangan aman untuk menjaga stabilitas harga

        Selasa, 13 Januari 2026 22:48

        Pemprov Jambi telah kucurkan modal UMKM senilai Rp48,6 miliar

        Pemprov Jambi telah kucurkan modal UMKM senilai Rp48,6 miliar

        Senin, 12 Januari 2026 22:25

        BI Jambi dorong akselerasi transformasi ekonomi digital

        BI Jambi dorong akselerasi transformasi ekonomi digital

        Sabtu, 20 September 2025 16:36

        Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan I/2025 sebesar 4,55 persen

        Pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan I/2025 sebesar 4,55 persen

        Selasa, 24 Juni 2025 16:50

        Penerimaan pajak neto Jambi hingga posisi April capai Rp1,06 triliun

        Penerimaan pajak neto Jambi hingga posisi April capai Rp1,06 triliun

        Rabu, 4 Juni 2025 9:50

        Rekrutmen Bersama BUMN 2025 kembali dibuka dalam waktu dekat

        Rekrutmen Bersama BUMN 2025 kembali dibuka dalam waktu dekat

        Selasa, 4 Maret 2025 16:45

        Membedah keberhasilan Provinsi Jambi memperoleh apresiasi Desa Budaya

        Membedah keberhasilan Provinsi Jambi memperoleh apresiasi Desa Budaya

        Sabtu, 17 Januari 2026 6:17

        Memaknai swasembada pangan bukan hanya sebatas surplus produksi

        Memaknai swasembada pangan bukan hanya sebatas surplus produksi

        Jumat, 9 Januari 2026 10:34

        Tantangan dan Peluang Pertumbuhan Ekonomi ke Depan Provinsi Jambi

        Tantangan dan Peluang Pertumbuhan Ekonomi ke Depan Provinsi Jambi

        Kamis, 1 Januari 2026 10:52

        Hutan Harapan potensi jadi 'Laboratoriun Akademik' wilayah Sumatra

        Hutan Harapan potensi jadi 'Laboratoriun Akademik' wilayah Sumatra

        Kamis, 1 Januari 2026 10:43

        BKKBN Provinsi Jambi gelar pelayanan KB serentak di PT Brahma Binabakti Muaro Jambi

        BKKBN Provinsi Jambi gelar pelayanan KB serentak di PT Brahma Binabakti Muaro Jambi

        Senin, 28 April 2025 16:19

        Menjaga amanah antarkan BBM ke pelosok negeri, kisah AMT raih tiket umroh

        Menjaga amanah antarkan BBM ke pelosok negeri, kisah AMT raih tiket umroh

        Sabtu, 9 Agustus 2025 13:59

        Kiprah Nina Kurnia Dewi di panggung perempuan berpengaruh 2025

        Kiprah Nina Kurnia Dewi di panggung perempuan berpengaruh 2025

        Jumat, 23 Mei 2025 9:37

        Ini sosok penggagas terwujudnya Masjid kubah baret TNI bintang 4

        Ini sosok penggagas terwujudnya Masjid kubah baret TNI bintang 4

        Jumat, 14 Februari 2025 9:52

        Nenek Maryani wujudkan impian daftar haji dengan menabung uang koin

        Nenek Maryani wujudkan impian daftar haji dengan menabung uang koin

        Kamis, 12 Desember 2024 15:34

    • Foto
      • Banjir di Tanjung Jabung Timur

        Banjir di Tanjung Jabung Timur

        Selasa, 13 Januari 2026 12:03

        Banjir putus akses jalan darat di Jambi

        Banjir putus akses jalan darat di Jambi

        Senin, 12 Januari 2026 12:45

        Peringatan pertempuran Simpang III Sipin di Jambi

        Peringatan pertempuran Simpang III Sipin di Jambi

        Selasa, 30 Desember 2025 12:12

        Razia narkoba dan tes urine di Lapas Perempuan Jambi

        Razia narkoba dan tes urine di Lapas Perempuan Jambi

        Selasa, 23 Desember 2025 11:09

        Penataan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi

        Penataan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi

        Minggu, 21 Desember 2025 13:04

    • Video
      • Merayakan tren warna fesyen lokal ala kaum perempuan urban

        Merayakan tren warna fesyen lokal ala kaum perempuan urban

        Sabtu, 17 Januari 2026 0:34

        Pembangunan dua jembatan darurat di Aceh rampung diperbaiki

        Pembangunan dua jembatan darurat di Aceh rampung diperbaiki

        Sabtu, 17 Januari 2026 0:04

        Peneliti BRIN paparkan cara agar pilkada lebih efisien

        Peneliti BRIN paparkan cara agar pilkada lebih efisien

        Jumat, 16 Januari 2026 21:11

        6 rekomendasi film dan serial lokal orisinal Netflix Indonesia di 2026

        6 rekomendasi film dan serial lokal orisinal Netflix Indonesia di 2026

        Jumat, 16 Januari 2026 21:03

        BRIN: Pilkada melalui DPRD adalah wujud kemunduran demokrasi

        BRIN: Pilkada melalui DPRD adalah wujud kemunduran demokrasi

        Jumat, 16 Januari 2026 19:09

    Obat mahal untuk pasien miskin

    Minggu, 22 Desember 2013 23:38 WIB

    Obat mahal untuk pasien miskin

    Ilustrasi (Antara/net)

    .....dapatkah pasien atau masyarakat menentukan biaya berobat termasuk mengkonsumsi obat yang kandungan obatnya serta harganya sesuai dengan isi kantongnya......

    Jambi, (ANTARA Jambi) - Sudah delapan hari M.Y bin Yc (67) meringkuk di ranjang Rumah Sakit Dr Bratanata (RS DKT), Jambi. Wajahnya pucat, tangan kanan-kiri dan bagian atas tubuh lainnya terlihat kurus, namun kaki, paha kanan-kiri dan perut justru nampak lebih "gemuk".

    Namun kegemukan pada kakinya itu sangat tidak wajar, bentuknya seperti buah busuk. Apabila dipencet daging kakinya itu melesak ke dalam, namun lambat kembali seperti kondisi semula.

    Menurut NS (35), anak pertama M.Y bin Yc, orang tuanya itu mengalami gangguan ginjal, yang mengakibatkan terbuangnya protein dalam tubuh melalui air seni atau urine.

    Oleh para medis, kondisi pembengkakan (oedema) yang disebabkan karena kurangnya Albumin dalam tubuh seseorang itu lazim diberi obat yang berfungsi menambah Albumin.

    "Berdasarkan hasil laboratorium dan diagnosa dokter, ayah saya ini mengalami kekurangan protein dalam tubuh, sehingga perlu diinfus dengan cairan Albumin," katanya.

    Anehnya, meski sudah delapan hari meringkuk tidak berdaya, M.Y bin Yc diperlakukan tanpa pengobatan yang semestinya oleh perawat di rumah sakit itu. Perawat tidak juga memberikan obat berupa cairan infus yang dibutuhkan pada ayahnya.

    Ternyata, menurut NS, setelah dirinya bertanya kepada perawat, mereka (rumah sakit) harus menunggu konfirmasi dari perusahaan tempat ayahnya bekerja, yang menanggung seluruh biaya perobatan.

    "Kata perawat, mereka menunggu konfirmasi dari perusahaan tempat ayah saya bekerja, sebab harga obat (Albumin) yang dibutuhkan ayah itu harganya mahal, sehingga perlu persetujuan penanggung-jawab pembiayaan pasien," katanya.

    NS mendapat informasi dari perawat, bahwa harga cairan obat berwarna kuning serupa minyak untuk menaikkan kadar Albumin dalam tubuh ayahnya itu mencapai Rp2,3 juta. Celakanya, seperti disebutkan NS, kadar Albumin ayahnya sangat rendah, sehingga kata dokter tidak cukup hanya satu botol, tapi mungkin perlu 3 atau empat botol.

    Namun anehnya, ada seseorang yang datang pada NS dan mengaku memiliki kenalan orang apotik dan menawarkan pada dirinya Albumin dengan harga yang jauh lebih murah dari harga yang disebut pihak rumah sakit.

    "Saya heran, kenapa harganya berbeda untuk obat yang sama. Orang apotik itu menawarkan harga yang jauh lebih murah, yakni hanya Rp1,9 juta, Tapi saya tidak dapat menerima tawaran itu, karena dalam asuransi ayah saya, semua obat termasuk tanggungan perusahaan dan disediakan oleh rumah sakit," katanya.

    Lambatnya pemberian obat karena harganya yang mahal itu dibantah oleh Eryasni Husni. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di rumah sakit itu mengatakan, penggunaan obat (dalam hal ini albumin) harus disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien.

    "Penggunaan obat-obatan pada pasien M.Y bin Yc harus disesuaikan pada kondisi tubuh pasien. Usia bapak itu sudah lanjut dan perlu pertimbangan kondisional dalam penggunaan obat," ucapnya.

    Namun soal penawaran harga obat yang berbeda juga dialami oleh Be di rumah sakit berbeda. Jurnalis harian di salah satu media terkemuka di Jambi ini heran ketika ada orang seperti "calo" yang menawarkan obat dengan harga jauh lebih murah dari yang disebut oleh pihak rumah sakit kepada dirinya, saat ia perlu membeli Albumin untuk sang istri yang sedang sakit.

    "Apakah ini bagian dari mafia obat-obatan di rumah sakit, yang bekerjasama dengan dokter dan pihak apotik?" tanyanya.

    Sebuah sumber di apotik ternama di Jambi menyebutkan, harga obat-obatan ketika sampai di tangan pembeli, sebenarnya sudah di-"mark up" sedemikian rupa, sesuai dengan panjangnya jalur distribusi obat-obat, sejak mulai dari distributor, pengecer, hingga rumah sakit dan dokter.

    "Banyak juga "permainan" antara apotik, distributor dan dokter dalam merekomendasikan (meresepkan) obat tertentu dengan merek tertentu. Setiap obat yang diresepkan di apotik tertentu, seorang dokter akan mendapat "fee" sekian persen dari harga obat tersebut," kata sumber itu.

    Dalam sebuah situs belanja online medicastore.com disebutkan, harga Human Albumin Infus 20 persen 100 ML behering dilabel dengan harga sekitar Rp1.6 juta. Harga ini jelas jauh lebih murah dari harga obat sejenis yang disebutkan oleh rumah sakit dan "oknum" perawat yang mengaku ada kenal dengan orang apotik di Jambi itu.

    Kepala PT Askes Cabang Jambi, dr Sri Mugirahayu, hanya tertawa saat ditanya tentang "permainan rahasia" para dokter ini.

    "Makanya saya memilih masuk dan bekerja di Askes dari pada berpraktek sebagai seorang dokter, dalam soal ini saya masih memiliki idealisme yang harus saya pertahankan," katanya dalam sebuah pelatihan "Bagaimana BPJS Bekerja" yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang bekerja sama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) di Jambi dua pekan lalu.

    Begitulah, minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis obat, khasiat dan perbedaan harga untuk masing-masing merk membuat mereka acap termenung di depan loket kasir saat membayar tagihan biaya berobat di rumah sakit.

    Persoalan menjadi rumit ketika masyarakat tidak punya pilihan dalam menggunakan jenis obat di rumah sakit, dan atau menentukan sendiri masa perawatan yang disesuaikan dengan isi kantong masing-masing.

    Maksudnya, dapatkah pasien atau masyarakat menentukan biaya berobat termasuk mengkonsumsi obat yang kandungan obatnya serta harganya sesuai dengan isi kantongnya? Sama seperti misalnya ketika mereka memilih menu di restoran warung tegal, dengan asumsi makan apa saja, yang penting bisa kenyang, enak dan sehat.
    Khasiat obat, lama perawatan plus biaya yang meningkat

    Berbedanya harga obat untuk jenis yang sama, sebenarnya dimungkinkan oleh regulasi pasar dan faktor produksi obat. Namun yang paling mencengangkan, ternyata harga obat berpengaruh terhadap tingkat penyembuhan dan lamanya seorang pasien sembuh dari penyakitnya.

    Maksudnya, semakin mahal harga obat yang dikonsumsi, maka si pengguna (pasien) dapat cepat sembuh, dan semakin murah harga obat yang dimakan, maka si pasien musti berlama-lama menanggung sakit, karena lambatnya reaksi obat itu.
    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dra. Agusdini Banun Saptaningsih Apt, MARS, Humas dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit (Persi), diketahui bahwa Albumin memiliki beberapa merk yang ternyata masa penyembuhannya (khasiatnya) teragntung harganya.

    Menurut dia dalam studi kasus di Rumah Sakit Darmais, Jakarta, yang bertajuk "Perbandingan Efektivitas Biaya Albumin Merk A, Merk B dan Merk C Pada Pasien Kanker" itu, dalam penelitian awal menunjukkan bahwa tiga pasien yang menggunakan Albumin dengan merk berbeda tetap mengalami peningkatan Albumin dalam tubuhnya.

    Namun, setelah dilakukan penelitian lanjut, diketahui bahwa masing-masing merk obat memiliki waktu penyembuhan (peningkatan kadar albumin) yang berbeda, yang tergantung pada harganya.

    Pasien pengguna Albumin merk pertama--yang harganya mahal--mengalami peningkatan albumin dalam tubuhnya rata-rata 40 jam atau 2 hari, merk kedua mengalami peningkatan rata-rata 52 jam atau 3 hari, sementara merk ketiga butuh waktu 110 jam atau 5 hari, tulisnya lagi.

    Persoalannya, lamanya masa penyembuhan--dalam hal ini peningkatan albumin dalam tubuh pasien-- akan berimbas pada biaya perawatan secara menyeluruh.
    Pasien yang mengunakan Albumin merk A dengan harga paling mahal dari kedua merk lainnya butuh waktu dua hari untuk meningkatkan Albumin dalam tubuhnya, sehingga biaya rawat inap oleh si pasien di rumah sakit dapat ditekan.

    Ini berbeda dengan pasien pengguna Albumin merk B dan C. Pengguna kedua merk ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk peningkatan Albumin dalam tubuh mereka.

    Artinya, semakin lama masa rawat inapnya di rumah sakit, sejalan dengan masa peningkatan Albumin pada obat yang "murah" membuat biaya si pasien meningkat pula, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan (visit) sang dokter untuk mengecek kondisi pasien.
    Dengan demikian, penggunaan obat yang mahal oleh pasien akan terbayarkan dengan masa penyembuhan yang cepat. Yang artinya pula, biaya rawat inap di rumah sakit akan berkurang. Sementara itu, penggunaan obat yang murah akan berdampak pada lamanya masa penyembuhan, yang akan berdampak pula terhadap biaya rawat inap pasien di rumah sakit.

    Kesimpulan penelitian ini, menurut Agusdini Banun Saptaningsih, Albumin merk A (yang harganya mahal) merupakan terapi paling efektif dalam meningkatkan kadar albumin, dengan pengeluaran biaya yang paling sedikit.

    Namun sebenarnya penelitian ingin menegaskan bahwa berobat itu mahal. Tidak ada berobat yang murah. "Murah diobatnya, mahal diperawatannya", atau "mahal diobatnya, murah dibiaya perawatannya". Sebuah pilihan yang sejatinya bukan pilihan.
    Mahalnya harga obat

    Personnel & General Affair's Manager PT Dexa Medica, Kahar Gentar, dalam sebuah lawatan ke pabrik PT Dexa medica di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu mengatakan, mahalnya harga obat di Indonesia sangat dimungkinkan, karena bahan-bahan obat di negara ini sebagian besarnya musti didatangkan dari luar negeri (impor).

    Namun selain biaya produksi, yang meliputi harga bahan baku, peracikan, pengepakan, dan lain sebagainya, sebenarnya harga (coast) obat-obatan sudah dihitung sejak dari penelitian atau uji labpratorium yang biayanya kadang justru lebih mahal dari produksi obat-obatan itu.

    Bayangkan, untuk membuat/penelitian awal satu jenis obat, mulai dari isolasi atau sintesis senyawa kimia, uji praklinik dan uji klinik sampai diperolehnya satu jenis obat, biayanya dapat mencapai angka 500 juta dollar AS.

    Angka ini sangat fluktuatif, sebab Profesor Arini Setiawati dari Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menengarai biaya penelitian dan pengembangan satu jenis obat baru membutuhkan dana sebesar 900 hingga 1,8 miliar dollar AS, dengan rentang waktu antara 12-15 tahun.

    Jenis obat baru "fresh from the oven" inilah yang kemudian dikenal sebagai obat paten—dengan masa paten yang mencapai 20 tahun. Dengan hak paten yang dibeli oleh perusahaan, maka monopoli obat yang diproduksi sangat mungkin terjadi, sehingga harganya tentu saja disesuaikan dengan hitung-hitungan si produsen.

    Angka-angka ini jelas tidak berhenti sampai di sana. Setelah dikemas semenarik mungkin, agar obat-obatan yang diproduksi dapat dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat secara luas, maka diperlukan sebuah promosi, yang anggarannya juga bisa lebih besar dari ongkos produksi barang atau obat-obatan itu sendiri. Maka tidak heran, harga obat menjadi mahal di pasaran.

    Obat Generik Berlogo

    Dalam beberapa referensi disebutkan, di negara-negara maju hanya dikenal dua jenis obat, yakni obat generik dan obat paten. Namun di Indonesia, obat generik kiranya masih dibedakan menjadi dua macam, yakni Obat Generik Berlogo (OGB) dan obat generik bermerk.

    Yang terakhir ini adalah jenis obat yang dipasarkan dengan menggunakan nama dagang/merek tertentu, sebab itu harganya masih jauh lebih mahal dari Obat Generik Berlogo, karena diproduksi dengan merek dagang.

    Sementara itu OGB adalah jenis obat-obatan yang dibuat berdasarkan program pemerintah RI sejak tahun 1989. Laiknya program pemerintah, OGB dipasarkan tidak menggunakan bendera atau merek dagang tertentu.

    Obat-obatan tersebut diproduksi dan dijual dengan apa adanya. Artinya tanpa mengunakan nama, atau kemasan yang umum untuk menarik minat pembeli. Yang dijual dari OGB adalah kandungan zat aktifnya, zat aktif yang merupakan komponen utama dari obat untuk mengobati sesuatu penyakit.

    Yang dikedepankan dalam penggunaan OGB adalah substansi dari pengobatan itu sendiri, yakni sehat. OGB berfungsi mengobati penyakit, bukan untuk menjual merek, gengsi atau macam-macam faktor eksternal lainnya.

    Jadi jika ingin membeli amoxycilin, maka belilah amoxycilin, bukan Bemoxycilin atau Antumoxycilin. Yang pertama adalah zat aktif dalam obat, dan yang berikutnya adalah nama obat yang mengandung zat aktif amoxycilin.

    Kualitas dan keampuhan obat jenis OGB ini tetap sama dengan obat paten atau bemerek, sebab mulai dari bahan baku hingga cara pembuatannya, tetap mengacu pada standar obat originator, dan diproses dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang diawasi secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

    Faktor yang membuat obat generik dengan obat paten memiliki selisih harga yang sangat jauh, meski khasiatnya sama-sama manjur adalah karena obat generik berpenampilan biasa saja, kemasan monoton, dan tidak bermerek.

    Persoalannya, apakah ketersediaan OGB dalam sistem Sistem Jaminan Sosial Nasioanal (SJSN) yang akan dimulai pada Januari 2014 ini sudah memadai? Maksudnya, apakah obat generik yang disediakan oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) mencukupi untuk segala jenis obat dan penyakit?

    Ketersediaan OGB dalam JKN

    Kementerian Kesehatan telah menetapkan daftar obat yang akan digunakan dalam pelayanan pengobatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Menurut Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Maura Linda Sitanggang, jumlah obat yang sudah disetujui masuk dalam formularium nasional (fornas) mencapai 923 sediaan, yang mencakup obat generik dan obat dengan merk.

    "Dari daftar obat yang beredar di masyarakat, 10 persen diantaranya tidak masuk dalam fornas JKN ini. Obat-obatan tersebut umumnya adalah obat baru atau obat-obatan untuk jenis penyakit baru," katanya seperti dilansir sejumlah media awal bulan lalu.

    Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Jambi, Ida Yuliati mengakui, dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nanti, seluruh obat-obatan akan disediakan oleh rumah sakit di daerah.

    "Kita tengah menyediakan tempat untuk obat-obatan termasuk SDM yang akan mengelola distribusi obat kepada pasien di rumah sakit," katanya.

    Saat ditanya obat apa saja yang disediakan dalam Formularium Nasional (fornas) itu, Ida menggeleng, "terlalu banyak obatnya, saya tidak hapal, tapi ada daftarnya," kata Ida.

    Namun, kata dia, bagi pasien yang ingin minta resep dengan obat paten, tentu akan diresepkan sesuai dengan permintaannya. Dan soal ini sudah diatur dalam Permenkes. Obatnya ini diputuskan oleh komite medik atau rumah sakit.

    Bagaimana dengan Albumin yang harganya relatif mahal dari obat-obat lainnya? Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 328 Tahun 2013 Tentang Fprmularium Nasional, diketahui ada tujuh frasa Albumin yang tercantum dalam Kepmenkes setebal 57 halaman yang memuat daftar obat-obatan yang disediakan dalam JKN. (dicari dengan metode control F pada komputer).

    Artinya mungkin, pasien yang membutuhkan Albumin dalam tubuhnya untuk kesembuhan, akan mendapat layanan obat itu. Namun pemberian Albumin sepertinya ditakar dan dibatasi dengan beberapa persyaratan; penggunaan Human Albumin inj 5 persen dan 25 persen hanya tersedia untuk pasien JKN tingkat 2 dan 3.

    Direktur Program Friedrich Ebert Stiftung (FES), Mian Manurung, mengatakan, secara umum banyak pemerintah daerah di masing-masing provinsi di Indonesia yang belum siap menjalankan SJSN.

    Namun, kata dia, masyarakat Indonesia harus mendukung dan optimis dengan penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang akan dimulai pada 1 Januari 2014 ini.

    "Kita harus mendukung dan optimis dengan program ini, sebab ini adalah proram yang baik dan harus diterapkan," pungkasnya. (Ant)

    Pewarta: Nurul Fahmy
    Editor : Nurul
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest
    • print

    Berita Terkait

    Tiga terduga MERS teridentifikasi di Pekanbaru

    Tiga terduga MERS teridentifikasi di Pekanbaru

    7 Mei 2014 11:36

    10 kontraktor KKS ekpslorasi terima penghargaan dari SKK Migas

    10 kontraktor KKS ekpslorasi terima penghargaan dari SKK Migas

    7 Mei 2014 11:31

    Sistem penyaluran beras miskin perlu diperbaiki

    Sistem penyaluran beras miskin perlu diperbaiki

    7 Mei 2014 11:21

    Proyen bantuan jaring dijadikan  alat dulang suara

    Proyen bantuan jaring dijadikan alat dulang suara

    21 April 2014 22:52

    Wabup Tanjabar sidak pelaksanaan UN

    Wabup Tanjabar sidak pelaksanaan UN

    14 April 2014 20:38

    PAN pastikan raih enam kursi DPRD Batanghari

    PAN pastikan raih enam kursi DPRD Batanghari

    14 April 2014 20:18

    Pemkab Batanghari usulkan seribu lebih formasi CPNS

    Pemkab Batanghari usulkan seribu lebih formasi CPNS

    12 April 2014 18:23

    Kepala Daerah tidak bisa dilengserkan karena sakit

    Kepala Daerah tidak bisa dilengserkan karena sakit

    11 April 2014 11:42

    Terpopuler

    Turnamen sepak bola Gubernur Cup Jambi kompetisi mencari bibit

    Turnamen sepak bola Gubernur Cup Jambi kompetisi mencari bibit

    Klasemen Liga Italia: Juventus naik ke peringkat tiga

    Klasemen Liga Italia: Juventus naik ke peringkat tiga

    Integrasikan ESG dan Maqashid Syariah Tim Ngortis UNJA Sabet Juara 1 IISF 2025

    Integrasikan ESG dan Maqashid Syariah Tim Ngortis UNJA Sabet Juara 1 IISF 2025

    Barca ke perempat final Piala Raja usai bungkam Santander 2-0

    Barca ke perempat final Piala Raja usai bungkam Santander 2-0

    Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona juarai Piala Super Spanyol

    Tekuk Real Madrid 3-2, Barcelona juarai Piala Super Spanyol

    Top News

    • Senator RI apresiasi Pemkot Jambi percepat program Makan Bergizi Gratis

      Senator RI apresiasi Pemkot Jambi percepat program Makan Bergizi Gratis

      15 Januari 2026 19:57

    • Antaranews raih lagi Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      Antaranews raih lagi Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      14 Januari 2026 16:48

    • Ditjenpas Jambi pastikan program reintegrasi klien Bapas berjalan baik

      Ditjenpas Jambi pastikan program reintegrasi klien Bapas berjalan baik

      14 Januari 2026 10:35

    • Badan NN dan Polda perkuat sinergitas berantas penyalahgunaan narkoba di Jambi

      Badan NN dan Polda perkuat sinergitas berantas penyalahgunaan narkoba di Jambi

      13 Januari 2026 19:57

    • 9 Warisan Budaya Takbenda dari Jambi

      9 Warisan Budaya Takbenda dari Jambi

      13 Januari 2026 19:53

    Antara News jambi
    jambi.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Pemerintahan
    • Kabar Jambi
    • Pariwisata/Budaya
    • Edukasi
    • Bisnis
    • Lingkungan
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Artikel
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA
    notification icon
    Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com