Kepala Penerangan Korem 042/Gapu, Mayor Inf Firdaus, Minggu, mengatakan sejak dua bulan terakhir sejumlah ornamen di Makorem 042/Gapu Jambi disulap menjadi kental nuansa NKRI.
Semula ornamen patung burung Garuda Putih yang menjadi lambang kesatuan Korem Jambi berukuran kecil, namun kini berubah dua kali lipat lebih besar bertengger di ketinggian tiga meter di atas pagar Makorem.
Di bawah patung Garuda Putih bertuliskan "Pengabdian Tanpa Batas". Hal itu menarik simpatik masyarakat untuk mendekati ornamen tersebut dan berswafoto. Keindahan itu semakin menarik karena bagian pagar sepanjang lebih kurang 300 meter dikelilingi lampu hias berwarna merah dan putih.
"Bukan hanya membuat unik, ornamen tersebut mulai dimanfaatkan bagi warga untuk berswafoto ria pada malam hari," kata Mayor Firdaus.
Kemudian tiga meter ke dalam pagar ada dua meriam berdiri kokoh. Meriam itu diletakkan di setiap sudut halaman, satu meriam mengarah ke selatan dan satu mengarah ke utara. Dua meriam itu berdiri di atas tumpuhan satu meter dari tanah halaman.
Meriam tersebut bukan meriam biasa, senjata berat itu buatan Belanda tahun 1848 dengan panjang 244 centimeter, diameter 19 centimeter, kaliber 100 milimeter dan berat 875 kilogram.
Dikatakan Mayor Firdaus, meriam tersebut peninggalan perang Belanda dengan rakyat Jambi yang ditemukan di pinggiran Sungai Batanghari pada tahun 2005. Dalam ornamen tersebut tertulis bahwa Meriam itu digunakan saat Belanda masuk Jambi dengan misi perdagangan yang dilakukan oleh tentara Belanda.
Saat itu tentara Belanda memohon kepada Sultan Abdul Kohar dari Kesultanan Jambi untuk mendirikan Loji atau gudang senjata di Muara Kumpe. Kemudian Belanda menamam labu hingga merambah ke tanah rakyat sehingga terjadi pertempuran dengan perang tak kenal damai dengan Sultan Thaha Syaifuddin pada tahun 1884 hingga 1904.
Firdaus merasa bersyukur karena Markas Korem 042/Gapu selalu menjadi perhatian masyarakat Jambi. Ditunjukkannya ornamen tersebut mengajak masyarakat untuk mencintai tanah air, negara dan bangsa yang tidak pernah ada kata selesai. Dimana kemerdekaan Indonesia adalah hasil pengorbanan para pejuang Indonesia dengan segala daya upayanya termasuk jiwa dan keluarga.
"Sepanjang hidup di atas tanah air Indonesia, di situ pula cinta itu terus menerus dipupuk. Tanpa terkecuali, setiap warga negara juga harus mengingat jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwanya demi mewujudkan NKRI yang berdasarkan Pancasila," tegas Firdaus.
Dikatakan Firdaus, disulapnya ornamen tersebut berawal dari ide Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy yang memanfaatkan ornamen-ornamen lama untuk disulap menjadi nuansa menarik.
Danrem kata Firdausingin terus mendekatkan diri dengan masyarakat, karena Kemanunggalan TNI-Rakyat menjadi kekuatan luar biasa dalam menjaga keutuhan NKRI.
"Supaya Masyarakat semakin tahu dan mengenal keberadaan TNI. Dengan begitu kecintaan terhadap TNI akan tumbuh semakin besar," ujarnya.
Bukan hanya ornamen burung Garuda dan meriam Belanda saja, sejumlah ruangan di Makorem 042/Gapu kata Firdaus juga telah ditata dan itu semua ide dari Danrem 042/Gapu. Diantaranya ruangan Puskodalops dan ruangan Media Center dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar lima meter.
"Saat ini juga sedang dilakukan renovasi gedung Balai Prajurit yang ditargetkan selesai setelah Hari Raya Idul Fitri," kata Firdaus.
Ornamen menarik tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga yang melintas di kawasan tersebut memilih memarkirkan kendaraannya untuk berswafoto di ornamen-ornamen tersebut karena paling mudah dijangkau.
"Menjadi primadona untuk menikmati hari libur akhir pekan," kata Susilo, Warga Kota Jambi, usai mengabadikan ornamen burung Garuda Putih dengan berswafoto.
Warga lainnya, Wati mengaku sering melintasi kawasan tersebut namun baru pertama kali menginjakkan kakinya di Makorem dan langsung terkesima. Dia meyakini objek di Makorem akan menjadi salah satu tempat andalan di Kota Jambi.
"Cocok untuk swafoto, tidak kalah dengan pemandangan di tempat lain," kata Wati.***
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026