Jambi (ANTARA) - Provinsi Jambi menggelar apel siaga darurat bencana karhutla yang di halaman Markas Komando Resort Militer (Makorem) 042/Gapu, setelah menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2025..

"Sesuai yang sudah dilaporkan oleh BMKG cuaca di Indonesia sudah mulai ekstrem ada perubahan iklim dari musim hujan ke musim kemarau. Tentu hal ini harus diwaspadai, hari ini kita melaksanakan apel siaga darurat," kata Gubernur Jambi Al Haris saat memimpin apel siaga darurat bencana karhutla di halaman Korem 042/ Gapu, Kamis.

Ia mengatakan, peningkatan status dari kesiapsiagaan menjadi siaga tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 44/KEP.GUB/BPBD/2025 tentang penetapan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi tahun 2025.

Pemerintah memberikan imbauan agar semua satuan tugas termasuk tim di lapangan menyiapkan diri dengan baik mulai dari sumber daya manusia (SDM), termasuk peralatan sebagai upaya pencegahan sesuai dengan kondisi lapangan di mana tim ditugaskan.

Gubernur meminta masyarakat di sekitar kawasan ikut terlibat dalam pencegahan karhutla itu, termasuk menjaga hutan dengan cara tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Ketika kesadaran masyarakat menjaga kawasan hutan dan ekosistem dengan baik, hal itu menjadi langkah baik dalam membantu daerah Jambi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mencapai tujuan itu, menurut gubernur perlu kordinasi bersama seluruh satuan, mulai dari lembaga pemerintah dan pihak swasta. Apabila semua unsur solid, dipastikan Provinsi Jambi mampu menekan atau meminimalisir peristiwa karhutla.

Hamparan hutan di Jambi sangat luas dan terhubung dengan provinsi tetangga (Sumsel, Bengkulu dan Riau). Oleh sebab itu, provinsi tetangga harus memiliki kesamaan persepsi serta kekompakan antarwilayah ikut menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla.

"Jika (provinsi tetangga) kompak diyakini peristiwa karhutla di Pulau Sumatera bisa di minimalisir. Kita akan melakukan kordinasi antarwilayah, Danrem dengan tim di lapangan pemerintah akan memonitor, kalau bersatu dan solid pekerjaan akan ringan, kita punya semangat," jelas Al Haris.

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026