Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menilai peran Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet) penting untuk menggali potensi pendapatan daerah melalui sektor Minyak dan Gas (Migas).
"Peran Adpmet sangat penting sebagai wadah konsolidasi daerah yang memiliki potensi besar di sektor Migas," kata Gubernur Jambi Al Haris saat menghadiri Munas V Adpmet, di Jakarta, Kamis.
Dalam keterangan resminya, gubernur mengatakan masih banyak potensi migas yang belum terkelola secara maksimal, bahkan sering ditemukan praktik ilegal yang merugikan negara dan daerah.
Al Haris menyoroti persoalan maraknya sumur ilegal di Jambi yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Kondisi itu sebagai cerminan belum optimalnya tata kelola sumber daya alam di tingkat daerah.
Gubernur menekankan peran strategis Adpmet dalam mendorong perbaikan tata kelola pertambangan yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, seluruh pihak dapat merumuskan langkah konkret agar potensi migas dan energi terbarukan benar-benar menjadi sumber pendapatan yang sah dan signifikan bagi daerah dan negara.
"Tugas asosiasi ini bagaimana mendorong tata kelola pertambangan dengan baik sehingga pada akhirnya ini menjadi sesuatu yang bernilai dan menjadi pendapatan, baik untuk pusat maupun daerah," tutupnya.
Musyawarah Nasional V Adpmet dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan Wakil Menteri LHK Diaz Hendropriyono beserta sejumlah gubernur, bupati, walikota, berasal dari daerah-daerah penghasil migas dan energi terbarukan di Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja asosiasi serta penyusunan arah kebijakan strategis ke depan dalam pengelolaan sumber daya energi nasional yang berkeadilan.
