Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi menargetkan sebanyak 3.800 unit bedah rumah warga miskin tak layak huni hingga penghujung 2029.
“Alokasi anggaran bedah rumah bersumber dari APBD Pemkab Tanjab Barat, diyakini target ditetapkan bisa tercapai sampai pada 2029,” kata Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat, di Jambi Rabu.
Pelaksanaan bedah rumah pada 2025, telah dialokasikan melalui APBD Kabupaten Tanjab Barat, diperuntukkan sebanyak 503 unit.
Bupati menyebutkan program bedah rumah tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjab Barat. Program ini sebagai salah satu prioritas daerah supaya masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman.
“Program ini adalah prioritas kami melalui dana APBD, tujuannya ingin memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman,” katanya.
Ia juga mengatakan dengan capaian target 3.800 uni rumah hingga lima tahun mendatang, tak ada lagi rumah yang tidak layak huni di kabupaten itu.
"Harapan kami, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni pada 2029,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perakim) Tanjab Barat Safrun menjelaskan setiap tahun melalui APBD murni dan perubahan selalu dialokasikan untuk bedah rumah ke masyarakat.
Masyarakat penerima manfaat program ini, telah dilakukan survei dan pengecekan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.
"Satu rumah itu mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian bahan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang," katanya.
Dalam bedah rumah ini penerima manfaat tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai, tetapi dalam bentuk bahan. Hal itu dilakukan agar bisa langsung dikerjakan oleh para tukang yang sudah ada.
Untuk program bedah rumah 2025, telah berjalan, mulai di Kecamatan Tungkal Ilir mendapat bedah rumah paling banyak yakni 194 unit, Kuala Betara (20 unit), Betara (67 unit), Bram Itam (72 unit), Pengabuan (30 unit), Senyerang (48 unit), Tebing Tinggi (40 unit), Merlung delapan rumah, Tungka Ulu lima, Batang Asam (19 unit) sehingga total sebanyak 503 unit rumah warga.
Ia juga berharap ada lagi bantuan bedah rumah dari kementerian melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) seperti pada tahun 2021 lalu.
"Setiap tahun terus masuk ke kita permohonan bedah rumah dari setiap kecamatan, dan nantinya kita cek dulu mana yang layak mana yang tidak, semuanya ada kriterianya dalam aturan,” kata Safrun.
Sementara itu, salah seorang warga penerima program bedah rumah tidak layak huni ( RTLH) di Parit Tomo, Kelurahan MekarJaya, Kecamatan Betara Rahimah mengatakan sangat terbantu dengan program tersebut.
Terkait rumahnya saat ini menjadi layak dan bebas dari bocor di saat hujan serta angin malam yang masuk lewat selat dinding yang bolong.
"Saya sangat bersyukur dan terimakasih kepada pemerintah dan berharap program yang berpihak kepada masyarakat seperti ini terus dilanjutkan agar kesejahteraan untuk warga bisa langsung dirasakan,” katanya.
