Kota Jambi (ANTARA) - Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rocky Candra kembali mengingatkan pihak Pertamina mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun non subsidi untuk kebutuhan arus mudik 2026.
"Baik juga ketersediaan BBM baik subsidi maupun non-subsidi, di jalan lintas, perkotaan terutama menghadapi arus mudik dan arus balik, saya akan serius mengawasi ini," kata Rocky di Jambi, Minggu.
Ia meminta Pertamina mengawasi setiap potensi gangguan yang berujung pada keresahan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan bahan bakar minyak, termasuk ketersediaan gas subsidi 3 kilogram (Kg).
Mengingat konsumsi bahan bakar dan kebutuhan gas dipastikan selalu tinggi selama bulan puasa, serta di saat arus mudik dan balik lebaran.
Untuk itu, ia menekankan kepada pihak Pertamina memastikan ketersediaan pasokan dan jaminan kelancaran suplai minyak di setiap satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU), terjaga dengan baik, supaya masyarakat nyaman dalam melakukan perjalanan mudik lebaran.
"Sama-sama di ketahui bulan puasa ini, konsumsi masyarakat naik terutama menjelang lebaran, ini harus di perhatikan oleh Pertamina terutama di wilayah Sumatera bagian selatan jangan sampai ada keluhan di masyarakat," jelas dia.
Selain itu, dia mengingatkan seluruh pihak, bersama-sama ikut mengawasi pasokan dan distribusi gas subsidi 3 Kg terutama di pangkalan.
Dirinya meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melaksanakan pengetatan pengawasan terhadap pangkalan yang ada di Jambi. Mengingat, potensi penyelewengan sangat terbuka di tengah tingginya permintaan selama puasa dan menghadapi lebaran.
"Terkait dengan harga elpiji 3 Kg harus di awasi, di mana pangkalan yang nakal harus diberikan sanksi, kami tidak mau masyarakat dalam melakukan ibadah menjadi resah," tegasnya.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Jambi menyebut, pasokan solar yang diberikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) belum penuhi kebutuhan.
"Berdasarkan hitungan bersama tim Hiswana Migas kebutuhan solar di Jambi mencapai 450 kiloliter, namun kuota yang diberikan hanya 412 kiloliter," kata Ketua Hiswana Migas Jambi Muhammad Hafiz Fatah.
Lanjut Hafiz, letak Jambi yang berada di tengah Pulau Sumatera membuat kebutuhan bahan bakar solar semakin besar. Menurutnya, Jambi seharusnya mendapat perhatian lebih.
Mengingat, banyak kendaraan penumpang antar kota dan provinsi (bus) serta kendaraan logistik yang menuju provinsi lain di Sumatera melakukan pengisian bahan bakar di Jambi. Pihaknya berharap BPH Migas segera meninjau ulang pasokan BBM subsidi untuk Jambi.
"Letak geografis Jambi ini strategis karena di tengah-tengah Sumatera. Kalau memang barang logistik dan penumpang itu berangkat dari Jakarta, isi penuh dari Merak, maka habisnya di Jambi," ucap dia.
