Jakarta (ANTARA) - Hypefast mengumumkan peta jalan strategis menuju penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang ditargetkan pada pertengahan 2027. Langkah tersebut dibarengi dengan peluncuran identitas korporasi baru serta penegasan posisi bisnis Hypefast sebagai infrastruktur ritel terintegrasi bagi brand lokal, bukan sekadar brand aggregator.
Melalui transformasi ini, Hypefast mengembangkan model bisnis end-to-end dengan kontrol penuh atas rantai nilai, mulai dari manufaktur, distribusi, hingga pemasaran langsung ke konsumen.
Manajemen menyatakan kesiapan IPO ditopang oleh fundamental bisnis yang semakin solid. Sejak 2024, Hypefast mencatatkan EBITDA positif serta arus kas operasional positif. Perusahaan juga membangun ekosistem ritel terintegrasi yang mengedepankan konsep agility at scale untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi operasional, Hypefast memperkuat lini manufaktur internal guna meningkatkan kecepatan produksi (speed-to-market) dan efisiensi margin. Pada aspek distribusi, jaringan offline Hypefast telah menjangkau lebih dari 10.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Selain itu, pada awal 2026 perusahaan meluncurkan platform e-commerce direct-to-consumer (D2C) untuk masing-masing brand yang dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), guna mengurangi ketergantungan pada platform marketplace.
Hypefast saat ini didukung sekitar 150 talenta ritel yang mengelola operasional brand secara terpusat dari kantor pusat.
Founder dan CEO Hypefast Achmad Alkatiri mengatakan, transformasi tersebut dirancang untuk menjawab dinamika pasar Gen Z dan Milenial yang bergerak cepat. Menurutnya, pertumbuhan jangka panjang membutuhkan infrastruktur operasional yang efisien dan adaptif, bukan sekadar mengandalkan momentum viral.
Sebagai bagian dari pengenalan identitas korporasi baru, Hypefast akan menggelar HYSTORIC HYBRID RACE pada 7 Februari 2026 di Pos Bloc, Jakarta. Acara festival wellness tersebut menggandeng Garmin sebagai mitra resmi dan menghadirkan Hong Beom-seok, mantan anggota pasukan khusus Korea Selatan sekaligus bintang reality show global, sebagai salah satu peserta.
Manajemen mencatat, dalam satu minggu sejak penjualan tiket dibuka, lebih dari 500 peserta telah mendaftar untuk mengikuti ajang tersebut.
Melalui rebranding dan inisiatif pemasaran berbasis komunitas tersebut, Hypefast berharap dapat memperkuat posisi sebagai grup ritel modern berbasis teknologi dengan ekosistem terintegrasi, sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor menjelang rencana IPO 2027.
Hypefast Bidik IPO 2027, Perkuat Model Infrastruktur Ritel Terintegrasi
Jumat, 23 Januari 2026 18:19 WIB

Hypefast Bidik IPO 2027, Perkuat Model Infrastruktur Ritel Terintegrasi
