.....Kita telah melakukan studi banding terhadap beberapa masjid. Seperti Masjid Agung Kaltim, Semarang, dan Depok. Tujuannya untuk mencari inspirasi," ujarnya.....
Berita Terkait

Jambi (ANTARA Jambi) - Pemkab Batanghari, Jambi, akan membangun Masjid Agung yang arsitekturnya lebih mengutamakan atau bertemakan kearifan lokal, kata Asisten I Pemkab Batanghari Drs H Mukti.


Oleh karena itu, sebelum masjid itu dibangun, Pemkab Batanghari telah melakukan studi banding ke beberapa tempat untuk mempelajari arsitektur beberapa masjid agung yang mengadopsi kearifan lokal, katanya di Batanghari, Senin.


"Kita telah melakukan studi banding terhadap beberapa masjid. Seperti Masjid Agung Kaltim, Semarang, dan Depok. Tujuannya untuk mencari inspirasi," ujarnya.


Ia mengatakan, dalam proses pembangunan masjid agung tersebut nantinya harus menyerap kearifan lokal yang bercirikan Batanghari, sehingga akan menjadi salah satu ikon bagi umat dan masyarakat Batanghari.


Mukti mengaku tidak membatasi kearifan lokal pada hal-hal tertentu, namun masjid agung itu harus benar-benar menonjolkan ciri Kabupaten Batanghari, baik dari bahan dasar, arsitektur dan hal lainnya.


Meskipun berbentuk lokal, apakah itu ornamennya, tapi masjid ini tetap akan dibangun secara moderen dan megah, karena akan memiliki multi fungsi jika memang sudah selesai 100 persen.


Ia juga mengatakan, beberapa fungsi yang telah direncanakan berada dan melekat pada masjid ini yakni, Islamic Center, memiliki lokasi untuk manasik haji, menjadi forum studi dan kajian Islam.


"Di komplek Masjid Agung tersebut direncanakan akan dibangun asrama. Bangunan masjid direncanakan memiliki dua lantai. Lokasinya direncanakan di depan Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian," ujarnya.


Bangunan Masjid Agung Batanghari ini untuk tahap awal berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare, bahkan bila sudah rampung seluruhnya luas lahan seluruhnya akan melebihi dua hektare.


Biaya pembangunan masjid, kata Mukti, bersumber dari dana APBD kabupaten Batanghari, sumbangan tidak mengikat dari pegawai dan sumbangan dan bantuan dari umat muslim di Batanghari.


Pembangunan pusat agama tersebut diperkirakan akan menyedot APBD Batanghari sebesar Rp50 miliar melalui sisten proyek multiyear (tahun jamak) atau dalam beberapa tahun anggaran.


"Setiap tahun Pemkab Batanghari harus menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar dan pembangunannya diharapkan selesai pada tahun 2015," katanya.


Di tempat terpisah, Kepala Bagian Keuangan Setda Batanghari, M Azan mengatakan, sumbangan para pegawai di Pemkab Batanghari itu sudah menjadi kesepakatan dan bersifat tidak memberatkan pegawai dan berlaku hanya satu tahun.


Ia menjelaskan, golongan I menyumbang sebesar Rp5.000/bulan, golongan II Rp10.000, golongan III Rp20.000 dan golongan IV Rp30.000. Sementara eselon IV Rp50.000/bulan, eselon III Rp100.000, dan eselon II Rp200.000.(Ant)

Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar