Jambi (ANTARA Jambi) - Bank Indonesia Jambi memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri 1434 H/2013 M di wilayah Provinsi Jambi mencapai Rp2,2 triliun.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jambi, Marlison Hakim ketika dihubungi, Selasa, proyeksi kebutuhan uang tahun 2013 meningkat 100 persen dibanding periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun sebelumnya yang cuma sebesar Rp1,1 triliun.
"Proyeksi ini dibuat dalam rangka melihat seberapa besar perputaran uang dan ditinjau dari berbagai faktor," ujarnya.
Ia juga menegaskan, kecukupan uang tunai selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1434 H/2013 M tidak perlu dikhawatirkan dan sangat mencukupi.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi telah mempersiapkan kecukupan uang tunai, dengan cara mengoptimalkan distribusi serta persediaan uang tunai di kota Jambi maupun luar kota Jambi.
"Langkah ini merupakan siklus tahunan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, sebab umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai untuk memenuhi transaksi masyarakat," ujarnya.
Marlison menuturkan, persediaan uang ini dinilai sangat mencukupi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan, baik dari sisi jumlah maupun per denominasi.
Selain itu, untuk lebih mengoptimalkan dan mempermudah penukaran uang kepada masyarakat, Bank Indonesia telah bekerja sama dengan 15 bank umum, terdiri dari 10 (sepuluh) bank di Kota Jambi dan lima di Kas Titipan Muara Bungo, untuk melayani penukaran uang kepada masyarakat tanpa dipungut biaya.
Bank-bank yang ditunjuk untuk penukaran uang yaitu, untuk Kota Jambi, Bank Mandiri cabang Sipin, Bank BNI cabang Thehok, Bank BRI cabang Sutomo, Bank 9 Jambi pusat Telanaipura, Bank BTN areal Selincah dan Bank BCA cabang Nusa Indah.
Selanjutnya Bank Bukopin cabang terminal Rawasari, Bank Mega yang terletak di mal WTC, Bank BNI Syariah cabang Jelutung, serta Bank Mayapada di Jelutung.(Ant)
