Jambi, Antaranews Jambi - Menjelang hari Raya Idul Adha penjualan sapi Bali di pasar hewan Muarabulian alami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.
"Penjualan sapi bali ini meningkat karena banyak yang mencari sapi Bali untuk dijadikan hewan qur'ban pada hari raya nantinya," kata Pelaku Pasar Hewan Muarabulian, Said Abdullah di Muarabulian, Jumat.
Sapi bali tersebut lebih diminati untuk dijadikan hewan qurban dikarenakan kualitas dagingnya lebih baik dan lebih banyak dari sapi lokal dan sapi-sapi lainnya yang sejenis. Selain itu fisik sapi bali tersebut lebih kuat di bandingkan sapi-sapi biasa. Hal tersebut dikarenakan sapi bali merupakan sapi hasil perkawinan silang.
Dengan meningkatnya permintaan terhadap sapi bali tersebut, jelang hari raya qur'ban harga sapi tersebut cenderung alami peningkatan. Sapi dengan kisaran berat 50-60 kilogram perekornya di hargai antara Rp13 juta hingga Rp13,5 juta rupiah. Sementara itu, di hari-hari biasa harga sapi dengan kisaran berat yang sama hanya berkisar antara Rp10,5 juta hingga Rp11 juta.
"Yang mengalami peningkatan harga tersebut tidak hanya sapi bali, namun sapi jenis lain seperti sapi berangus, sapi PO, sapi semental, sapi berahman, limosin dan sapi lokal harganya juga cenderung meningkat," kata Said Abdullah.
Yang melakukan transaksi jual beli sapi di pasar hewan tersebut tidak hanya pelaku pasar yang berasal dari dalam daerah provinsi itu saja. Namun banyak pelaku pasar yang datang dari luar provinsi itu, seperti pelaku pasar dari Provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu dan pelaku pasar yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat.
Pelaku-pelaku pasar tersebut melakukan transkasi jual beli untuk semua jenis sapi, tidak hanya sapi yang di peruntukan bagi hewan qurban, namun juga menjual sapi untuk indukan dan bibit-bibit sapi. Selain sapi, di pasar hewan tersebut juga di perjual belikan hewan ternak jenis lain seperti kambing dan kerbau. 
Pada umumnya dokter hewan di pasar ternak tersebut melakukan pengecekan secara fisik. Karena hewan-hewan tersebut secara fisik dapat dilihat jika terserang suatu penyakit.
"Dilihat dari fisik dan postur tubuhnya hewan-hewan yang di perjual belikan masuk daalam kategori layak, terlebih hewan-hewan yang akan di jadikan hewan qur'ban," kata Dokter Hewan Poskeswan Pasar Ternak Muarabulian Siti Wardianah.
