Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi melakukan integrasi program pembangunan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah itu dalam rangka percepatan pembangunan terhadap program pertanian.
“Di rumpun pertanian ini harus terintegrasi agar program pembangunan bisa fokus dan tidak berjalan dengan sendiri-sendiri ,” kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu.
Terdapat beberapa OPD di rumpun pertanian tersebut, diantaranya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Dinas dinas-dinas tersebut bekerja melayani masyarakat khususnya berorientasi pada bidang penguatan pangan.
Menurut Al Haris dinas-dinas tersebut sangat berdampak terhadap rumah tangga karena mempersiapkan rencana kebutuhan masyarakat di bidang perkebunan, pertanian dan perikanan.
Maka dari itu program-program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat harus terintegrasi agar program pembangunan tersebut saling berkaitan dan saling mendukung.
Dengan harapan program-program tersebut dapat langsung di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Sebagian dari apa yang dilakukan dinas-dinas tersebut adalah konsumtif kebutuhan rumah tangga, ini perlu satu kesatuan pandangan, satu kesatuan yang terintegrasi sehingga nanti dalam praktek-nya merek satu kesatuan,” kata Al Haris.
Selain itu OPD tersebut merupakan OPD yang cukup memiliki peranan penting dalam terlaksananya salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jambi, yakni dua miliar satu kecamatan (Dumisake). Sehingga program yang di rencanakan oleh dinas-dinas tersebut harus saling mendukung.
Sementara itu, pada tahun 2021 ini dinas-dinas tersebut juga telah menjalankan program pemulihan ekonomi daerah dengan memberikan bantuan secara langsung kepada kelompok tani, nelayan dan kelompok budidaya ikan.
Dengan harapan masyarakat yang kekurangan sarana prasarana dan permodalan untuk kembali memulai usaha karena terdampak pandemi COVID-19 dapat kembali melakukan aktifitas-nya. Sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang nantinya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang cenderung menurun selama masa pandemi COVID-19.
