Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Petani di Desa Pasar Terusan, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi saat ini mulai mengeluhkan dampak musim kemarau yang terjadi karena sebagian lahan sawahnya sudah mulai mengering.
Seluas 300 hektare sawah milik para petani saat ini mulai mengalami kekeringan akibat sulit mendapatkan sumber air untuk di alir ke lahan pertanian yang sudah di tanami padi.
Seorang petani Atik di pasar Terusan Kabupaten Batang Hari, Senin, mengakui biasanya para petani mengandalkan air hujan maupun sungai Batanghari sebagai sumber air pada musim tanaman padi.
"Ya, dampak dari kemarau yang kini terjadi, lahan kami para petani mulai mengering dikarenakan sulitnya mendapatkan air untuk di alirkan ke areal sawah," katanya.
Namun di kemarau ini, hujan yang tak kunjung turun serta terjadinya pendangkalan sungai Batanghari membuat sawah-sawah sekitar jarang teraliri air dan hasil tanah di areal persawahan berangsur mengalami retak.
Maka dari itu, petani di daerah setempat berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk melakukan pembuatan parit sepanjang tiga kilometer guna mendapatkan sumber air dari hulu maupun hilir sungai.
"Kami sangat berharap dari pemerintah setempat dapat membantu para petani dalam mengatasi kemarau ini," tutupnya.
