Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menyebutkan luas tambah tanam (LTT) dalam peningkatan produksi padi di Kota Jambi telah melampaui target, yaitu seluas 534 hektare (ha) per 31 Juli 2025.
"Kami sudah menanam seluas 534 hektare per 31 Juli 2025, walaupun kondisi cuaca tidak menentu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Evridal Asri, di Jambi, Kamis.
Pemerintah setempat menargetkan luas tambah tanam 520 ha, dari Lahan Baku Sawah (LBS) yang tersedia sekitar 459 ha.
"Petani kita sudah menanam seluas 534 hektare, artinya target penanaman yang awalnya seluas 520 hektare sudah berhasil terlampaui," katanya pula.
Capaian tanam tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui swasembada pangan.
Program swasembada pangan merupakan upaya jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan kerjasama dari seluruh pihak, termasuk pemerintah, petani dan masyarakat.
Kawasan lahan pertanian tanaman padi di Kota Jambi tersebar pada beberapa wilayah, yakni Kecamatan Danau Teluk, Kecamatan Pelayangan, Kecamatan Telainaipura, dan Kecamatan Jambi Timur.
Ia mengatakan Danau Teluk memiliki lahan pertanian terluas di antara keempat wilayah tersebut, yaitu sekitar 198 ha.
Kota Jambi memiliki karakteristik lahan yang rawa lebah atau tergenang air saat musim hujan, kata dia pula, petani hanya dapat melakukan satu kali musim tanam dari April hingga September, ketika curah hujan mulai menurun.
Menurut dia, dalam beberapa bulan ke depan pada Agustus atau September, lahan pertanian sudah memasuki masa panen.
"Kita terus mengupayakan agar hasil panen tersebut dapat maksimal dan tentunya kita berharap hasilnya lebih baik dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5 hingga 6 ton per hektare," kata Evridal.
Pihaknya telah mempersiapkan sarana seperti pompa air untuk membantu petani dalam menghadapi kondisi kekeringan. Namun, sekarang kembali hujan, sehingga kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi secara alami.
