Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyatakan sebanyak 804 rumah warga di Jambi Timur dan pasar di daerah setempat sudah tersambung dan terlayani sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD).
Wali Kota Jambi Maulana di Jambi, Selasa, mengatakan pemasangan sambungan rumah tangga dilakukan untuk menghubungkan saluran limbah domestik rumah tangga ke SPALD yang telah selesai dibangun dengan teknologi canggih.
"Selama ini limbah cair domestik sering mencemari got, drainase rumah, sumur, bahkan mencemari lingkungan akibat septictank yang merembes. Namun, semua limbah cair dapat dikumpulkan dan dikelola dalam satu sistem terpadu yang lebih canggih, sehingga dapat dimanfaatkan kembali, seperti untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan," katanya.
Menurut Maulana, sisa air yang tidak terpakai akan dibuang ke badan sungai setelah melalui proses penyaringan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
Dari target sebanyak 10.300 rumah tangga pemasangan sambungan SPALD, kata dia, baru terealisasi sebanyak 804 rumah.
Ia mengatakan semua ini memang membutuhkan perjuangan di awal. Namun, setelah sistem tersambung, biaya pengelolaan di masa mendatang akan jauh lebih murah dibandingkan dengan tangki septik konvensional. Selain itu, lingkungan di Jambi Timur dan pasar bersih, menjadi lebih sehat, tanpa bau tidak sedap, serta bebas dari pencemaran air dan tanah.
Pihaknya juga menyesuaikan ketersediaan anggaran dengan kebutuhan masyarakat sampai batas maksimal, serta terus berjuang untuk mendapatkan anggaran untuk memasang sambungan, termasuk memberikan subsidi.
"Kami akan menghitung biaya per unit untuk menentukan besaran subsidi dan kontribusi masyarakat berdasarkan kelas rumah, seperti rumah besar dan rumah warga kurang mampu. Saat ini layanan masih gratis sampai semua rumah tersambung, namun yang paling penting sekarang memastikan semua tersambung agar lingkungan menjadi bersih, dan tidak akan membebani masyarakat," kata Maulana.
