Kota Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mengalami penurunan sekitar 3,42 persen pada periode September 2025 bila dibanding dengan bulan sebelumnya.
Posisi hunian September 2024 hanya sebesar 48,54 persen atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 51,77 persen.
“Jumlah tamu menginap pada hotel bintang selama September 2025 sebanyak 49.742 orang, sedangkan pada Agustus 2025 sebanyak 51.501 orang atau turun sebesar 3,42 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo di Jambi, Selasa.
Ia menilai menurun tingkat hunian hotel di Jambi meskipun tipis berdampak terhadap bisnis kuliner dan transportasi di provinsi itu.
"Penjelasannya adalah kalau tingkat hunian hotel turun, terus tingkat rata-rata menginap turun, maka berdampak pada perputaran perekonomian di Provinsi Jambi," ujarnya.
Perbandingan tamu mancanegara terhadap tamu nusantara pada September 2025 sebesar 0,007, artinya dari 1.000 tamu yang menginap di hotel terdapat tujuh tamu yang berasal dari mancanegara.
Sedangkan rata-rata lama menginap (tamu mancanegara dan tamu nusantara) pada hotel bintang di September 2025 hanya 1,71 hari.
Lanjut Agus, jumlah tamu nusantara pada Agustus tercatat 49.402 orang, yang terdiri atas 1.708 orang menginap di hotel bintang satu, berjumlah 11.607 orang menginap di hotel bintang dua, sebanyak 22.088 orang di hotel bintang tiga, serta 13.999 orang menginap di hotel bintang empat dan lima.
Sementara itu, tamu mancanegara terhitung berjumlah 340 orang, menginap di hotel bintang dua hanya 11 tamu asing, hotel bintang tiga 57 tamu asing, serta hotel bintang empat dan lima sebanyak 272 tamu asing.
Darinya berharap, tingkat hunian dan rata-rata menginap bisa bergerak naik, tamu akan banyak menghabiskan uang di Jambi untuk keperluan kuliner, transportasi, akomodasi, sehingga perekonomian masyarakat ikut bergerak melalui sektor perhotelan.
"Ada insdustri pengolahan jalan, artinya rata-rata menginap naik, larinya ke sana. Perekonomian Jambi kita harapkan bergerak lebih kencang, lebih banyak perputaran uang di Provinsi Jambi," harapnya.
