Kota Jambi (ANTARA) - Produksi padi dan beras Jambi selama 2025 naik sebesar 30,9 persen dibanding tahun lalu, berdasarkan hasil survei Kerangka Survei Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.
"Dari hasil pendataan itu luas panen padi mencapai 80,7 ribu hektare, naik 30,9 persen dari 61,6 ribu hektare pada 2024," kata Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo sesuai data ekspos di Jambi, Rabu.
Ia menjelaskan, produksi Gabah Kering Panen (GKP) diperkirakan 432,4 ribu ton, naik 30,4 persen dari 331,5 ribu ton dibandingkan tahun lalu. Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2025 mencapai 366,5 ribu ton naik 85,5 ribu ton di banding 2024 dengan capaian hasil gabah kering giling sebesar 281 ribu ton.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi, produksi beras 2025 mencapai 212 ribu ton, naik 30,4 persen atau 49,4 ribu ton dibanding tahun 2024 sebesar 162,5 ribu ton.
Agus menambahkan, selama Januari hingga September 2025, produksi padi Jambi mencapai 300 ribu ton GKG, naik 47,9 persen dari 202,9 ribu ton tahun 2024. Sedangkan potensi produksi Oktober sampai Desember 2025 sebesar 66,3 ribu ton GKG, sehingga total produksi mencapai 366,5 ribu ton GKG.
Jika dikonversikan ke beras, produksi Januari hingga September 2025 setara 173,6 ribu ton, naik 47,9 persen dari 117,3 dibanding 2024. Dengan potensi Oktober sampai Desember 38,4 ribu ton, sehingga total diprediksi mencapai 212 ribu ton.
Menurut Agus, produksi tertinggi terjadi pada September sebesar 31 ribu ton dan terendah pada November 9,9 ribu ton.
"Peningkatan ini menunjukkan sektor pertanian Jambi terus tumbuh dan mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan petani. Sementara itu, kabupaten dengan produksi tertinggi saat ini di pegang oleh Kabupaten Kerinci di susul Merangin dan Tanjung Jabung Timur," kata Agus Sudibyo.
