Kota Jambi (ANTARA) - Bupati Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Monadi menegaskan program tanam gandum Kementerian Pertanian (Kementan) masih dalam tahap riset lokasi menentukan posisi yang tepat untuk pengembangan program nasional tersebut.
"Gandum sudah di survei untuk pembibitan, kita tentukan dulu titik letaknya," katanya di Jambi, Rabu,"
Ia menjelaskan, program tersebut sudah masuk tahapan penentuan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), termasuk rencana lokasi penanamanya.
Berdasarkan hasil perhitungan tim teknis, penanaman tersebut mengacu pada titik ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Uji coba penanaman gandum akan memanfaatkan lahan seluas dua ratus hektare.
"Yang jelas di ketinggian 800 mdpl, kita cek dulu mana yang pas," tambah dia.
Lanjut Monadi, mengingat program tersebut baru digalakkan, masyarakat masih butuh pemahaman melalui proses pemberdayaan agar program itu bisa di terima dan ditularkan di daerah dataran tinggi seperti Kerinci.
"Luasnya 200 hektar, tapi apakah memungkinkan kita lihat dulu perkembangannya, karena itu hal yang baru untuk dilaksanakan, kalau di suruh nanam padi biasanya (masyarakat) cepat," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, Jambi menjadi proyek percobaan pengembangan tanaman gandum perdana di Indonesia.
Mentan mengatakan, Kementan saat ini memprioritaskan pengembangan tanaman gandum sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementan mengidentifikasi gandum sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Untuk mendukung rencana ini, kementerian telah mengirim delegasi ke Yordania dan Brasil untuk melakukan studi agro-iklim.
Selain itu, Kementan juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mendukung penelitian dan pengembangan tanaman gandum.
