Jambi (ANTARA) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Universitas Jambi (UNJA) menyalurkan Beasiswa Peduli Bencana 2025 bagi mahasiswa terdampak banjir dan longsor di wilayah terdampak.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di ruang rapat Rektor Lantai 7 Gedung UNIFAC pada Rabu malam (24/12),” kata Humas UNJA Tri Imam Munandar, di Jambi Kamis.
Beasiswa diberikan Rektor UNJA, Prof Helmi yang diwakil Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Hafrida, S.H., M.H didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Prof Dr Ir Depison, M.P dan pejabat UNJA yang terkait lainnya serta mencatat ada sebanyak 11 mahasiswa perwakilan penerimaœ beasiswa.
Rektor UNJA menyampaikan rasa prihatin terhadap dampak bencana yang menimpa mahasiswa dan atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika UNJA, saya menyatakan turut berduka cita dan sangat prihatin atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
“Dampak bencana ini tentu sangat mempengaruhi studi adik-adik semua. Memang tidak sepenuhnya bisa ditanggulangi, tetapi setidaknya bantuan ini dapat meringankan beban adik-adik dan keluarga,” kata Prof Helmi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Fauzi Syam, melaporkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian universitas kepada 50 orang mahasiswa terdampak bencana.
Berdasarkan data yang telah kami inventarisasi, terdapat 50 mahasiswa UNJA yang terdampak bencana Sumatera, dan datanya sudah diserahkan ke kementerian. Saat ini telah hadir 11 orang mahasiswa, sementara yang lainnya berhalangan hadir karena sudah kembali ke daerah masing-masing.
Beasiswa UNJA peduli bencana ini merupakan bentuk kepedulian universitas kepada mahasiswa terdampak. Sesuai arahan Kementerian dan atas izin pimpinan universitas, bantuan beasiswa akan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang.
Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan meski menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana. Selain penyerahan beasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan rancangan peraturan rektor tentang penghargaan dan rekomendasi prestasi akademik bagi mahasiswa berprestasi.
