Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Provinsi Jambi, mengusulkan peningkatan infrastruktur pertanian di antaranya perbaikan irigasi, saluran perpipaan, cetak sawah dan bangun embung ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Langkah itu sebagai upaya meningkatkan infrastruktur sektor pangan dan antisipasi ancaman kekeringan di daerah.
"Bapak Menteri mendukung, bahkan daerah diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia, jika diperlukan terbuka mengajukan usulan tambahan," kata Bupati Merangin Muhammad Syukur melalui keterangan tertulis yang diterima di Jambi, Senin.
Menurut dia, usulan perbaikan atau
rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) menjadi hal utama untuk keberlangsungan lahan sawah yang produktif.
Upaya tersebut, sebagai langkah untuk memastikan ketersediaan air dan mengantisipasi ancaman dampak kekeringan ekstrem yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Syukur mengatakan, termasuk mengusulkan pembangunan saluran pompa air dan perpipaan untuk wilayah yang memiliki sumber air permukaan dan air tanah.
Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Tabir Ulu, Tabir, Jangkat, hingga Sungai Manau.
Selain itu, Pemkab Merangin mengusulkan pembangunan embung baru sebagai cadangan air saat musim kemarau, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendorong modernisasi.
"Berdasarkan dokumen usulan yang disiapkan dinas terkait tersebut, telah memetakan kebutuhan mendesak di berbagai kecamatan di daerah itu," ujarnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulura (TPH) Kabupaten Merangin Mujiburrahman menambahkan bahwa usulan disampaikan dalam dokumen tersebut sangat krusial bagi kemajuan petani di daerah.
"Mudah-mudahan semua usulan diakomodasi oleh Kementan," harapnya.
Ia menjelaskan, terkait program cetak sawah baru untuk tahun anggaran 2026, tersebar di tiga lokasi, meliputi Kecamatan Jangkat Timur (Desa Beringin Tinggi) seluas 45 hektare, Kecamatan Jangkat (Desa Pulau Tengah) 25 hektare, dan Desa Rantau Kermas seluas 30 hektare.
Saat ini, ketiga lokasi tersebut tengah dalam proses perencanaan teknis atau Survey Investigation Design (SID) oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memastikan kelayakan teknis lahan.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026