Kabupaten Merangin (ANTARA) - Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi mulai menjual panen perdana jagung ke Perum Bulog hasil produksi lahan yang dikembangkan di Balai Benih Utama (BBU) Margoyoso Kecamatan Margo Tabir, di daerah itu.
"Sebanyak 5,6 ton jagung itu baru sebagian dari hasil panen di BBU Margoyoso," kata Bupati Kabupaten Merangin Muhammad Syukur di Batang Masumai, Jumat.
Menurut bupati pada tahap awal, pihaknya telah menjual 5,6 ton jagung dengan rincian dua ton untuk memenuhi kebutuhan lokal, selebihnya sekitar 3,6 ton di lepas ke Bulog.
Ia menambahkan jumlah produksi panen jagung dipastikan lebih besar dari yang dipasarkan saat ini.
Sebab, pihaknya mengembangkan jagung di balai benih itu di lahan seluas 27 hektare, yang baru di panen berada di sekitar empat hektare.
Selain BBU Margoyoso, pemerintah setempat masih memiliki dua balai benih lain di Kecamatan Lembah Masurai dan Jangkat yang sedang diolah untuk pengembangan tanaman jagung.
Diperkirakan hasil panen jagung di Kabupaten Merangin akan terus meningkat, seiring program gerakan tanam yang tengah digencarkan oleh pemerintah dan masyarakat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Merangin Mujiburrahman menambahkan sebanyak 5,6 ton jagung tersebut, merupakan hasil panen perdana di lahan bekas kebun sawit dan karet di BBU Margoyoso.
Selama proses penanaman berlangsung, dihadapkan dengan kendala irigasi yang belum memadai. Hal itu menjadi tantangan serius, maka kegiatan penanaman tidak bisa sekaligus tetapi mesti bertahap.
Terkait penyerapan oleh Bulog Wilayah Jambi, ia menyebutkan bersedia menyerap panen jagung selama sesuai harga dan standar.
Untuk harga dinilai Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram dan standar kadar air tidak boleh di atas 14 persen.
"Kita juga sedang mengurangi kadar air dari jagung yang akan dijual, karena ketentuan dari Bulog harus di bawah 14 persen. Untuk bibit kita pakai kualitas bibit BISI 2," tutupnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026