Jambi (ANTARA Jambi) - Sebagian besar tanaman karet di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, saat ini sudah berusia tua, sehingga getah yang dihasilkannya pun tidak maksimal, karena itu perlu segera diremajakan dengan tanaman baru.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tebo berencana meremajakan (merevitalisasi) 400 hektare kebun karet yang tersebar di 12 kecamatan di daerah itu.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tebo Supadi di Muaratebo, ibu kota Kabupaten Tebo, Senin mengatakan, program tersebut merupakan program yang dicanangkan Pemprov Jambi.
"Untuk Tebo ditarget pada 2012 mencapai 400 ribu hektare karet yang diremajakan. Saat ini kami masih menunggu petunjuk dari Pemprov Jambi," ujarnya.
Sebagian karet di Jambi merupakan jenis karet rakyat yang usianya mencapai 40 tahun lebih, dan hasil produksinya juga terus berkurang.Untuk itu, Pemprov Jambi selama kurun waktu lima tahun terakhir tengah mencanangkan program revitalisasi karet rakyat menjadi karet unggul.
Salah satu tujuannya agar produksi karet di Jambi bisa bersaing di pasaran. Dengan demikian pendapatan petani bisa lebih meningkat, katanya.
Berdasarkan petunjuk yang ada, setiap kabupaten akan menyiapkan lahan revitalisasi dengan terlebih dahulu akan didata melalui kelompok tani yang ada, kemudian diajukan ke bupati untuk disahkan dan dibuat surat keputusan (SK) selanjutnya diusulkan ke Pemprov Jambi.
Berdasarkan data di Disbun Tebo, rata-rata produksi karet rakyat di daerah itu mencapai 150 ton pertahun atau rata-rata mengalami peningkatan mencapai 4,4 persen pertahun.
Beberapa sentra perkebunan karet di daerah itu di antaranya di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir. Karet merupakan salah satu komoditas andalan Provinsi Jambi, selain sawit dan batu bara.
(T.KR-BS)
(T.KR-BS/B/B008/B008) 02-04-2012 13:06:00
