Kabupaten Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Polda Jambi mengkampanyekan stop kekerasan di lingkungan pendidikan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang nyaman dan kondusif.

"Kampanye yang di kemas secara informatif dan edukatif sasar sekolah menengah atas di wilayah itu. Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, tetapi harus menjadi lingkungan di mana setiap peserta didik merasa aman dan terlindungi," kata Wakapolres Tanjab Timur, Kompol Muhammad Ridha di Muara Sabak, Senin.

Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pihaknya mengajak seluruh elemen sekolah serta masyarakat Tanjab Timur untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi siswa.

Ia menyampaikan, kampanye bertajuk 'stok kekerasan di lingkungan sekolah' penting digencarkan sebagai respons atas fenomena kekerasan di dunia pendidikan yang masih kerap terjadi.

Bahkan, baru-baru ini kembali mencuat akibat viral insiden bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur melalui media sosial.

Kegiatan kampanye itu dilakukan serentak menyasar sekolah menengah atas, dengan harapan agar siswa/i khususnya para pelajar selalu menjaga etika dan prilaku saat berjalannya proses belajar mengajar di sekolah.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan, karena dapat mempengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik.

Karenanya, Polres Tanjab Timur mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan. 

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sekolah dapat kembali menjadi tempat belajar yang aman, menjunjung tinggi hak anak, serta menghormati martabat setiap insan pendidikan.

"Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan," ujarnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026