Jambi, Antaranews Jambi - Jambi sebagai daerah perkembangan budaya Melayu Jambi memiliki sejumlah keunikan dan peninggalan bersejarah.
Berikut sejumlah bangunan peninggalan bersejarah di Jambi yang memiliki potensi untuk meningkatkan kunjungan wisata di daerah itu.
1. Makam Rajo-Rajo
Makam tempat bersemayamnya raja-raja Jambi yang berlokasi di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, atau sekitar empat kilometer dari pusat Kota Jambi, di tempat itu tempat pemakaman raja Jambi antara lain Isteri Sultan Thaha Syaifuddin, Raden Mattaher serta lainnya.
2. Candi Muaro Jambi
Candi Muaro Jambi ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muarojambi. Lokasinya sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Jambi. Kawasan percandian itu merupakan kawasan percandian terluas di Indonesia.
3. Kota Tua Batanghari
Bangunan itu dibangun pada masa penjajahan Belanda, menjadi saksi bisu tentang masa-masa peralihan kekuasaan dari masa penjajahan ke masa kemerdekaan. Sampai saat ini bangunan ini masih bisa dikunjungi. Kota Tua itu merupakan cikal bakal Kota Tembesi ini berada di Jalan Lintas Sumatera Jalur Tengah (Jalinteng) Batanghari Jambi.
4. Menara Air
Menara air bersejarah di Jambi terletak di kawasan Putri Ayu berdampingan dengan Mesjid Al Falah atau yang dikenal Mesjid Seribu Tiang. Menara air ini merupakan menara tempat pengibaran bendera merah putih ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945. Menara Air ini dibangun pada masa penjajahan Belanda, bangunan setinggi 90 meter ini kini dikelola oleh PDAM.
5. Kelenteng Hok Tek
Kelenteng tertua di Jambi itu terletak di Jalan Husni Tamrin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Kelenteng ini berdiri sekitar tahun 1800. Karena beberapa alasan, kelenteng pun dipindahkan ke kawasan Kampung Manggis Jl Kirana II RT 10, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, sekitar tahun 1982.
6. Rumah Batu
Rumah Batu merupakan rumah dari Pangeran Wirokusumo, yang bernama asli Ali Idrus Al-Jufri. Lokasinya terletak di Seberang Kota Jambi tepatnya di bantaran Sungai Batanghari. Sayang kondisi bangunan berarsitektur Eropa, Melayu dan Tionghoa itu saat ini rusak berat.
7. Masjid Al-Falah
Masjid yang sangat terkenal dengan sebutan ‘masjid seribu tiang’ ini dibangun pada tahun 1971 dan selesai pada tahun 1980, dengan menghabiskan 9 tahun masa pembangunan. Mesjit itu merupakan yang terbesar di Kota Jambi.
Mesjid yang itu arsitekturnya terdiri dari tiang-tiang yang cukup banyak tanpa dinding sehingga disebut seribu tiang. Jumlah tiang sebenarnya 256 buah. Mesjid raya itu merupakan ikon Jambi.(dari berbagai sumber)
