Jakarta (ANTARA) - Indonesia menduduki peringkat pertama dunia sebagai negara dengan kemajuan pesat di sektor industri busana Muslim (modest fashion) berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2024 yang dirilis oleh DinarStandard, Rabu.
“(Pencapaian) Ini sebagai titik tolak untuk melompat lebih tinggi dan memainkan peran utama Indonesia dalam membentuk masa depan ekonomi halal dunia yang inklusif, inovatif, dan berkeadaban,” kata Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Adapun capaian tersebut tidak terlepas dari upaya serius pemerintah dalam mendorong ekosistem industri halal nasional.
Khusus di sektor busana Muslim, program Indonesia Global Halal Fashion (IGHF) memegang peran penting. IGHF sendiri merupakan kolaborasi bersama antara pemerintah, pelaku industri tekstil, para desainer dan produsen kain halal di Tanah Air.
“Pencapaian Indonesia sebagai peringkat pertama di sektor modest fashion adalah hasil nyata IGHF yang kita jalankan ke lima negara,” kata Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham.
“Dimulai dari ajang fashion week di Indonesia pada Maret 2024, kemudian di Malaysia pada Agustus 2024, dan selanjutnya di London, Milan, dan Paris pada September 2024,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Aqil mengatakan penguatan ekosistem industri produk fesyen Muslim dilakukan dalam rangka menyambut kewajiban sertifikasi halal bagi barang gunaan termasuk produk fesyen yang akan diberlakukan mulai Oktober 2026.
Penguatan industri fesyen Muslim ini dimulai dari sektor hulu yang berkaitan dengan akses bahan baku, produksi, branding, serta kegiatan pameran dan promosi.
Sektor hulu dimulai dari produk fesyen tekstil atau kain bersertifikat halal, yang dipastikan memudahkan produksi fesyen Muslim, untuk selanjutnya didukung pula dengan promosi yang optimal.
Secara keseluruhan, Indonesia mempertahankan peringkat di peringkat ketiga dunia pada laporan SGIE 2024.
Peningkatan signifikan lain diraih Indonesia di sektor Wisata Ramah Muslim (Muslim Friendly Tourism), di mana Indonesia melesat naik ke peringkat dua dari yang sebelumnya pada tahun 2023 Indonesia tidak masuk 10 besar dunia.
Di sektor farmasi dan kosmetik, Indonesia juga naik signifikan ke peringkat kedua dari sebelumnya di peringkat kelima pada 2023, terpaut dari Malaysia di peringkat pertama.
Sedangkan di sektor keuangan Islam (Islamic finance), Indonesia berhasil duduk di peringkat keenam.
Namun, di sektor halal food, Indonesia turun dari peringkat kedua pada 2023 menjadi peringkat keempat. Pada sektor media dan rekreasi, Indonesia juga turun dari peringkat keenam pada tahun lalu, menjadi peringkat ketujuh.
