Kota Jambi (ANTARA) - Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Pemkab Tanjabtim), Provinsi Jambi menjalin kerja sama pengembangan wisata di daerah sekitar kawasan taman nasional.
"Selain menjalankan fungsi konservasi, TNBS memiliki tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Kepala Balai TNBS Yunaidi di Jambi, Jumat.
Ia mengatakan , melalui perjanjian kerja sama pengelolaan wisata, diharapkan implementasi program dapat berjalan lebih efektif. Prinsip pembangunan berkelanjutan akan menjadi kunci dengan dukungan seluruh pihak.
Dalam audiensi tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan wisata di Desa Air Hitam Laut Kecamatan Berbak dan kawasan sekitarnya.
Lanjutnya, TNBS sepakat untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku ekonomi kreatif.
Termasuk di dalamnya kegiatan pelatihan pemandu wisata, digital marketing, kelembagaan, hingga pengelolaan keuangan. Agar pengembangan kawasan Air Hitam Laut dan Air Hitam Dalam berdampak secara komprehensif.
Pesan Yunaidi, pengembangan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi bersama ini diharapkan kawasan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar dan pengunjung yang datang.
Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tanjabtim, Arman menaruh harapan, program itu mampu memberi manfaat langsung dari kunjungan wisata.
Kata dia, pengembangan kawasan wisata Air Hitam Laut akan berbasis ekowisata (ecotourism) dan wisata minat khusus (special interest tourism), mengingat lokasinya berada dalam kawasan konservasi TNBS.
