Hambalang, Bogor (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengutip pernyataan Presiden pertama RI Soekarno bahwa perut yang lapar tidak dapat menunggu.
Hal itu dikatakan Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.
"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, salah satu ucapan Bung Karno, 'the hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa tunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Presiden.
Prabowo menyampaikan pencanangan program MBG didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan sekitar 20 persen anak Indonesia mengalami kekurangan gizi, bahkan di sejumlah daerah angkanya mencapai lebih dari 30 persen.
Selain itu, masih banyak anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan atau hanya mengonsumsi makanan yang sangat terbatas gizinya.
Hingga 6 Januari 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Capaian tersebut diraih dalam waktu satu tahun pelaksanaan.
"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil, Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, Presiden mengakui masih terdapat kekurangan dan potensi penyimpangan, namun pemerintah terus melakukan evaluasi, pengawasan, serta langkah pengamanan secara berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pelaksanaan program tersebut dapat mendekati 100 persen tanpa cacat, dengan perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
"kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Jadi saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai," kata Presiden.
"Tidak kita puas dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan," imbuhnya.
