Jakarta (ANTARA Jambi) - Kementerian Pertanian siap mengembangkan sembilan Balai Embrio Ternak untuk mendukung ketersediaan bibit sapi unggul sebagai upaya mencapai swasembada sapi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di sela kunjungan ke Balai Embrio Ternak Cipelang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, mengatakan pihaknya siap mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk mengembangkan sembilan BET tersebut.
"Kami harapkan tahun ini sembilan balai embrio ternak tersebut sudah siap beroperasi," katanya.
Ke sembilan wilayah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan BET baru tersebut, lanjutnya, antara lain di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan tersebut, Amran juga menyatakan, dengan penambahan jumlah BET tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelahiran sapi kembar hingga 500 ribu ekor.
Sedangkan melalui program inseminasi buatan (IB), Menteri menyatakan dari enam juta populasi sapi indukan saat ini diharapkan mampu mencapai dua juta ekor yang menerima IB.
Dari enam juta ekor induk tersebut nantinya ditargetkan mampu meningkatkan populasi ternak tiga juta ekor terdiri 1,5 juta ekor dari kelahiran alamiah dan 1,5 juta ekor melalui IB.
Sementara itu, Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang Tri Harsi mengakui sejumlah kendala untuk memenuhi target kelahiran sapi kembar yakni keterbatasan ketersediaan embrio yang dimiliki.
"Kemampuan embrio untuk program 'twin' hanya seribu, embrio harus ditingkatkan ketersediaannya," katanya.
Sedangkan untuk meningkatkan ketersediaan embrio bagi program kelahiran sapi kembar harus memanfaatkan ovarium sapi betina produktif yang dipotong di rumah potong hewan, dan hal itu yang tidak mudah.
Tri Harsi menyatakan, pada 2014 BET Cipelang mampu memproduksi sebanyak 716 embrio dan 70 ekor bibit ternak unggul yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Sapi-sapi pejantan unggul yang dihasilkan BET Cipelang telah didistribusikan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) nasional maupun BIB daerah di antaranya BIB Singosari, BIB Lembang, BIBD Sumatera Utara, BIBD Yogyakarta, BIBD Lampung dan lain-lain.
Sejak berdiri pada 1991 hingga 2014 telah didistribusikan bibit pejantan unggul sebanyak 183 ekor, embrio 9.132, bibit betina 373 ekor.
Dalam upaya mendukung program GBIB (Gerakan serentak Birahi dan Inseminasi Buatan) tahun 2015 untuk swasembada daging nasional BET Cipelang mendapatkan tugas mensukseskan pelaksanaan gerakan tersebut sebanyak 26.000 ekor dengan lokasi di Provinsi Riau 10.000 ekor, Sulawesi Tenggara 10.000 ekor , Sulawesi Barat 5.000 ekor dan Banten 1.000 ekor.(Ant)
