Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,99 persen (yoy) terhadap triwulan II tahun 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo di Jambi, Selasa, mengatakan perekonomian Provinsi Jambi 2025 itu diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II tahun 2025, mencapai Rp87,25 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp46,35 triliun.
Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi, kata dia, mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,68 persen dari sisi produksi.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga NonProfit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,65 persen.
Sedangkan ekonomi Provinsi Jambi Semester I tahun 2025 terhadap Semester I tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,78 persen (c to c).
Dari sisi produksi, pertumbuhan terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yaitu sebesar 11,06 persen.
"Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,86 persen dari sisi pengeluaran," kata dia.
Ia menambahkan nilai ekspor komoditas asal Jambi pada Triwulan II tahun 2025 mencapai 311,21 juta dolar AS atau turun 46,32 persen dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2024 yaitu 579,72 juta dolar AS.
Sedangkan nilai impor Provinsi Jambi pada Triwulan II tahun 2025 mencapai 12,50 juta dolar AS atau naik 28,06 persen dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2024 yaitu 9,76 juta dolar AS.
Penyumbang utama ekspor Jambi dari sektor pertambangan yang menunjukkan tren kenaikan jika dibandingkan tahun lalu. Sementara sektor industri sebagai kontributor terbesar impor justru menurun secara year on year (y on y)
"Terjadi depresiasi nilai kurs IDR ke dolar AS pada Triwulan 2 tahun 2024 dari Rp16.090 per dolar AS menjadi Rp16.428 per dolar AS di Triwulan II tahun 2025," kata dia.
