Kota Jambi (ANTARA) - Usia senja bukanlah akhir, melainkan masa untuk bersinar dengan cara yang berbeda. Jadi diusia senja tidak hanya menjalani hidup, tapi mengisinya dengan semangat, ilmu, dan kontribusi.
Kran inilah yang dibuka oleh Pemerintah Kota Jambi dengan menghadirkan sekolah untuk para lansia yang diberi julukan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Program Selantang diikuti para lansia yang aktif dan sehat pada tingkat kelurahan dan kecamatan di kota itu.
Karenanya Pemkot Jambi menargetkan 68 kelurahan akan disasar untuk buka sekolah lansia supaya akses lebih dekat.
Program ini bukan hanya sekadar strategis, tapi lebih bagaimana membuat warga usia senja tetap memilih ruang komunikasi dan bisa bahagia.
Sebab melihat program yang telah dijalankan sejak 2024, sudah berdampak positif maka terus dilanjutkan.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, sebanyak 144 orang peserta sekolah lansia yang telah diwisuda pada 2024.
Mereka berasal dari Selantang Sehat Selalu di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Selantang Rukun Mandiri di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru dan Selantang Rahmah tahap pertama di Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung.
Sedangkan sebanyak 64 orang peserta sekolah lansia yang telah diwisuda strata satu (S1) berasal dari Selantang Rahmah tahap kedua, berlangsung di awal pekan ke empat Agustus 2025.
Belajar tidak mengenal kata terlambat dan tak ada pula akhirnya. Seperti ungkapan pepatah "tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahat".
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Selantang adalah program unggulan bertujuan untuk menciptakan lansia yang bahagia, sehingga visi Kota Jambi bahagia bisa terwujud.
Dengan begitu, para lansia tidak lagi merasa kesepian atau merasa tidak berguna, tapi malah sebaliknya masih tetap aktif dan produktif.
Wisuda tersebut, menjadi bukti penghargaan dan apresiasi kepada lansia yang aktif mengikuti kegiatan program lansia bahagia.
Ia mengatakan, lansia menjadi salah satu agenda strategis dalam pembangunan keluarga. Masih terdapat tantangan terhadap kualitas hidup lansia yang masih rendah, di antaranya faktor keterbatasan kemampuan sebagian keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal.
"Program itu bertujuan untuk memastikan agar tidak ada lagi lansia yang terlantar di Kota Jambi, melalui pemenuhan hak dasar mereka, seperti akses terhadap makan, minum, layanan kesehatan dan perlindungan sosial," kata Wali Kota Maulana usai mewisuda lansia pada 25 Agustus 2025.
Selain itu, di Selantang ada beragam layanan yang disediakan untuk memperhatikan kualitas hidup lansia mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), senam, bernyanyi, mengaji dan jalan-jalan.
Salah satu tujuan program unggulan tersebut untuk mencegah para lansia mengalami kesepian di masa tua.
"Banyak lansia merasa sendiri, kehilangan makna dan tak tahu harus bercerita pada siapa. Dalam masa ini, kehadiran keluarga, teman dan komunitas menjadi sangat penting bukan hanya sebagai pendamping, tapi juga sebagai sumber semangat hidup," katanya.
Karenanya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kelompok lansia melalui program Selantang terus dilakukan.
Menurut dia, kesepian pada lansia menjadi isu serius yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Namun, berdampak sangat nyata dan bisa memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Tetap Smart
Ada pandangan kepada lansia, kalau usia sudah lanjut perbanyak saja ibadah dan tak mesti disibukan persoalan dunia lagi.
Namun berbeda dengan lansia di Kota Jambi, seperti dialami Marsinah salah seorang peserta Wisudawan Selantang Rahmah.
Ia mengatakan ada banyak sekali manfaat yang dirasakan dari mengikuti sekolah lansia. Karena di sana terjalin hubungan kekeluargaan yang erat dan para peserta dapat memiliki banyak teman.
Bisa bercengkrama dengan lansia lainnya, ada tawa dan diskusi serta berbagi cerita.
"Kami merasa senang dan semangat mengikuti beragam kegiatan mulai senam, serta berbagai kegiatan secara bersama-sama,"ucap Marsinah dengan senyum toga wisuda masih terpasang dikepala.
Menurut dia, dirinya sekarang ada aktivitas mengikuti beragam kegiatan di Selantang, selain mengurus cucu di rumah.
Marsinah juga menyampaikan, kekompakan pun terjalin di antara peserta sekolah lansia, salah satu bukti apabila ada yang meninggal dunia selalu bersama-sama untuk datang ke rumah duka.
Usia tua atau lansia kenyataannya tak cukup pemenuhan kebutuhan gizi dan spritual semata. Namun, ada kebutuhan lain baik fisik, fisikis dan psikologis.
Usia senja bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal baru untuk menjadi pribadi yang lebih cerdas, sehat, aktif, dan bermartabat (Smart).
Belajar bahwa menjadi smart tidak mengenal batas usia. Justru, dengan pengalaman hidup yang panjang, para lansia punya modal besar untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi muda.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi Jaelani mengatakan program ini dibentuk melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).
Tujuannya memang untuk mempersiapkan lansia sebagai pribadi yang Smart melalui kegiatan tujuh dimensi lansia tangguh.
Adapun tujuh dimensi lansia tangguh yaitu fisik, spiritual, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, lingkungan dan vokasional, katanya.
Program pendidikan sekolah lansia yang saat ini sedang berjalan yaitu Selantang Purnawira di Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, yang terdiri dari 34 orang peserta.
Ada 13 kali pertemuan dengan beragam layanan yang tersedia, mulai dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG), senam, bernyanyi, mengaji dan jalan-jalan.
Perbanyak aktivitas positif di usia tua supaya pikiran positif, jauh dari stres dan selalu bahagia.
