Kota Jambi (ANTARA) - Sebanyak 809 personel gabungan diterjunkan mengamankan rencana aksi unjuk rasa susulan di sekitar kantor Gubernur Jambi dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi.
"Kita (aparat kemanan) hari ini mendapat surat penyampaian pendapat dari masyarakat, kita mengamankan seputaran kantor gubernur dan DPRD Provinsi Jambi," kata Kabag OPS Polresta Jambi, Kompol. Army Sevtiansyah di Jambi, Selasa.
Ia menerangkan, hari ini (2/9) pihak keamanan yang diterjunkan berasal dari personel Polda, Polresta, Brimob, Kodim dan anggota Polsek gabungan.
Pengamanan tersebut dilakukan berdasarkan perintah dari pimpinan, berdasarkan informasi yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Jambi merdeka. Namun kegiatan penyampaian pendapat tersebut ditunda.
Lanjut Army, penjagaan dimulai dengan kegiatan apel gabungan pada pukul 09.00 WIB, personil kemudian disiagakan dilokasi seputaran kantor gubernur dan DPRD Provinsi Jambi.
Setelah mendapat kepastian tidak ada gerakan, pukul 15.00 WIB pasukan gabungan kembali dikumpulkan mengikuti apel untuk kembali ke kesatuan masing-masing.
Ia memastikan, pihak keamanan tetap melakukan kordinasi dan pengamanan, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Terang Kabag Ops, untuk memastikan keamanan di wilayah hukum Kota Jambi, setiap malam personil gabungan akan melakukan patroli keliling (mobile) setiap malam, mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.
Patroli tersebut akan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk kantong-kantong keramaian yang tersebar di dalam kota.
"Kita tetap tingkatkan kewaspadaan, baik di Mako, maupun wilayah hukum Polresta Jambi. Sampai saat ini wilayah Jambi aman dan kondusif," kata Kabag Ops.
