Jambi (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (Unja) menorehkan prestasi pada NEIRA Competition II Tahun 2025 dengan meraih juara kedua Esai Nasional (terbaik II seluruh bidang) dan medali emas (terbaik I bidang pendidikan).
"Ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional ini digelar STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA) Malang dan Sentosa Foundation pada akhir November 2025 di Malang Creative Center (MCC)," kata Juru Bicara Unja Tri Imam Munandar di Jambi, Rabu.
Kompetisi tersebut diikuti peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Unja terdiri atas Wahyu Permata Janirta (Program Studi Administrasi Pendidikan), Audinisa Fadhila (Pendidikan Biologi), dan Nabila Destiani (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).
Pada ajang itu, mereka menampilkan karya ilmiah inovatif di bidang pendidikan setelah melalui persiapan secara intensif, mulai penyusunan proposal, pendalaman materi, serta presentasi pelatihan hingga semifinal dan final.
Dosen dan Koordinator Program Studi (Prodi) Administrasi Pendidikan Unja Mulyadi yang menjadi pendamping mahasiswa, menyebut prestasi mereka itu, hasil ketekunan, proses panjang, dan kerja keras.
"Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi, maka teruslah melangkah dan jangan cepat puas,” katanya.
Ia mengatakan proses persiapan kompetisi menuntut kolaborasi erat serta ketelitian dalam menyusun argumentasi ilmiah.
Menurut dia, ajang tersebut menjadi pengalaman berharga mahasiswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan akademik.
"Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi berikutnya, baik bagi kami maupun bagi Universitas Jambi serta menjadi motivasi terbesar mereka adalah membuktikan bahwa mahasiswa FKIP Unja mampu bersaing di tingkat nasional," katanya.
Salah satu mahasiswa Unja yang ikut kompetisi itu, Nabila, menjelaskan tahapan cukup panjang menuju ajang di Malang dan tekanan selama proses presentasi yang menjadi tantangan tersendiri.
“Tekanan selama proses presentasi menjadi tantangan tersendiri bagi kami," katanya.
Namun, katanya, pengalaman itu justru memperkuat mental dan meningkatkan kemampuan komunikasi terkait dengan ajang tersebut.
"Dan melalui dua tahap presentasi, kami berhasil masuk jajaran peserta terbaik dan meyakinkan dewan juri nasional dengan gagasan yang kami bawa,” kata dia.
Ia mengatakan pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Unja, khususnya FKIP, mampu bersaing secara profesional di tingkat nasional dan menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Melalui NEIRA Competition II/2025, katanya, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademis, tetapi juga memperluas jaringan dan meningkatkan kepercayaan diri untuk terus berprestasi.
