Padang (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo memastikan pengerjaan saluran irigasi di Padang, Sumatra Barat, yang rusak akibat bencana pada November 2025 terus berlanjut sampai saat ini.
Hal itu dikatakan oleh Dody Hanggodo ketika meninjau pengerjaan irigasi yang dilakukan di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumbar, pada Jumat.
"Hari ini kami datang untuk mengintervensi pekerjaan yang sedang berjalan di kawasan Gunung Nago, Padang," katanya di Padang usai peninjauan.
Ia menerangkan bahwa intervensi dilakukan agar pengerjaan dipercepat, karena mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap aliran batang Sungai Kuranji.
"Sengaja diintervensi karena aliran sungai ini untuk kebutuhan irigasi, selain itu kami juga dapat informasi bahwa airnya digunakan untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Saat kunjungan di lokasi, sejumlah alat berat tampak masih bekerja membersihkan bantaran sungai yang porak-poranda karena diterjang banjir bandang pada November 2025.
Alat berat tampak mengeruk dan membuka aliran-aliran sungai yang tertutup oleh material berupa batu, kayu dan pasir.
Selain merusak aliran sungai, bencana banjir bandang itu juga menghanyutkan rumah-rumah warga dan jembatan yang ada di lokasi kejadian.
Dody Hanggodo mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan bahwa daerah yang terdampak bencana harus dibangun lebih cepat dan lebih baik.
Terutama untuk kebutuhan dasar serta infrastruktur vital seperti jalan, irigasi, jembatan, hilirisasi sungai.
"Dalam kondisi pemulihan saat ini tidak ada lagi pembagian daerah atau pusat, perintah Presiden sudah jelas, kalau perlu terhadap hal yang menyangkut kehidupan dasar pemerintah pusat yang menampung," jelasnya.
Menurut dia, pemerintah pusat telah menyediakan anggaran sekitar Rp600 miliar untuk penanganan darurat pascabencana di Sumbar, kemudian ditambah Rp2 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bersumber dari APBN.
Ia menjelaskan dalam masa penanganan saat ini pihaknya juga menerapkan skema padat karya, agar warga setempat bisa dilibatkan dalam pengerjaan.
"Ada masyarakat sekitar yang mata pencariannya hilang atau terganggu karena terdampak bencana, maka ini harus dilibatkan dalam padat karya. Harapannya perputaran ekonomi warga tetap terjadi," jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut Dody Hanggodo turut didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, dan Legislator Andre Rosiade.
