Muaro Jambi (ANTARA) - Pengelolaan wakaf yang profesional dan transparan berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, hal ini disampaikan Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, saat menghadiri pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Muaro Jambi masa bakti 2026 - 2028 di Ruang Pola Kantor Kementerian Agama.
“Kalau pengelolaannya rapi dan profesional, wakaf bisa menjadi instrumen luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan dan menguatkan ekonomi masyarakat,” kata Wabup Junaidi, Selasa.
Menurut dia, potensi wakaf di Muaro Jambi sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
Ia menyebut, wakaf tidak hanya relevan sebagai ibadah jariah, tetapi juga sebagai modal sosial untuk mendukung pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, kata Junaidi, siap memberikan dukungan penuh terhadap pengelolaan wakaf yang akuntabel dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.
"Saya berharap kepengurusan BWI periode ini solid dan mampu memobilisasi dana umat secara amanah, Niat yang tulus harus dibarengi dengan manajemen yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, Buhri mengatakan, bahwa Kemenag siap memperkuat sinergi dengan BWI, terutama dalam pembinaan nazhir, sertifikasi tanah wakaf, serta peningkatan literasi wakaf di tingkat masyarakat.
Ia menambahkan, edukasi wakaf akan terus digencarkan melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf serta Kantor Urusan Agama di kecamatan.
"Wakaf bukan hanya soal ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Melalui wakaf produktif, manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tutupnya.
