Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan berbagai catatan strategis terhadap kinerja pemerintah daerah, mulai dari persoalan infrastruktur hingga pelayanan publik yang dinilai masih perlu pembenahan.
Usai rapat, Hafiz Fattah mengungkapkan bahwa isu jalan khusus batubara dan kemacetan di jalan nasional menjadi sorotan utama fraksi-fraksi di DPRD.
“Beberapa fraksi sudah menyampaikan dan menyoroti terkait dengan jalan khusus batubara dan kemacetan di jalan nasional,” ujarnya.
Hafiz Fattah mengungkapkan, dorongan pembentukan panitia khusus (pansus) percepatan pembangunan jalan khusus batubara juga mulai mengemuka. Namun, hingga saat ini baru satu fraksi yang secara resmi mengajukan usulan tersebut.
“Memang ada fraksi meminta dibuatkan pansus percepatan jalan khusus, tapi kita ada mekanisme. Sampai saat ini, yang baru mengajukan pembuatan pansus baru fraksi Golkar, sementara 8 fraksi lainnya masih menunggu,” ungkapnya.
Selain itu, aspek keuangan daerah juga menjadi perhatian. DPRD mendorong pemerintah provinsi untuk lebih optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran akibat dinamika kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
“Meminta pemerintah meningkatkan PAD, mengingat tantangan dan perubahan kebijakan yang terjadi di pemerintahan pusat dan daerah terjadi efisiensi,” tegas Hafiz Fattah.
DPRD juga meminta Pemprov Jambi mengevaluasi menyeluruh terhadap kinerja RSUD Raden Mattaher Jambi yang dinilai penting guna memastikan kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik.
Pewarta: Nanang MairiadiUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026