Maka untuk menghemat waktu saat praktik, sebelumnya siswa diminta untuk menonton dan memahami video pembelajaran yang dikirim, kemudian praktik akan dilakukan di sekolah.
Siswa kelas sembilan bagian satu akan melakukan percobaan membuat magnet sederhana, dua hari sebelumnya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok di Grup WA kelas 9, lalu siswa diminta menonton dan mengamati video pembelajaran cara membuat magnet sederhana dari link yang telah dikirimkan yaitu https://youtu.be/IjyhzYEF2gk
Alat dan bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah dua paku besar, satu magnet batang, satu baterai besar dengan tegangan 1,5 volt, satu kawat tembaga dengan panjang 25 cm, sekotak paku payung kecil.
Saatnya hari di mana siswa diminta melakukan percobaan pembuatan magnet sederhana, sebelum pembelajaran dimulai ketua kelas memimpin do'a, absensi dan menanyakan kembali pelajaran minggu lalu.
Pembelajaran dimulai dengan menyampaikan judul materi, kompetensi dasar, tujuan dan manfaat pada pembelajaran kali ini, kemudian tanya jawab tentang kemagnetan. Meminta siswa duduk sesuai kelompoknya, lalu membagikan LKPD.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda lain.
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub yang se-nama bila didekatkan akan saling tolak menolak, sedangkan kutub-kutub yang berbeda nama bila didekatkan akan saling tarik-menarik.
Kekuatan tarikan magnet terhadap benda dapat dibedakan menjadi kuat, lemah dan tidak ditarik. Benda yang dapat ditarik magnet secara kuat dikelompokkan pada benda-benda dengan sifat ferogmagnetik.
Benda yang dapat ditarik magnet secara lemah dikelompokan pada benda dengan sifat paragmagnetik. Benda yang cenderung ditolak magnet dikelompokkan pada benda-benda dengan sifat diamagnetik.
Magnet dapat dibuat dengan cara menggosok, induksi (mendekatkan) dan induksi magnetik (elektromagnetik).
Selanjutnya memandu siswa untuk melakukan percobaan membuat magnet berdasarkan langkah kerja satu dengan cara menggosok, langkah kerja dua yaitu dengan cara induksi (mendekatkan) dan langkah kerja tiga dengan cara induksi magnetik (elektromagnetik). Kemudian siswa mendiskusikan dan mencatat hasil percobaan, membuat
*kesimpulan dan refleksi*
Setelah itu hanya salah satu perwakilan kelompok melakukan presentasi hasil diskusi, dikarenakan keterbatasan waktu.
Di akhir proses pembelajaran bersama para siswa membuat kesimpulan.
Proses pembelajaran telah berakhir walaupun dengan keterbatasan waktu, siswa melakukan percobaan dengan penuh semangat dan keseriusan, mereka mengamati, mengalami dan tak sabar dengan hasilnya yang ternyata berhasil membuat magnet sederhana.
Indah Lestari, mengatakan, sangat senang belajar bersama guruny MBAdde Irma Yusri, pembelajaran yang langsung praktik membuatnya lebih cepat memahami apa yang disampaikan guru.
“Kalau hanya baca buku, atau hanya penjelasan secara teori, saya kurang paham, namun berkat bimbingan ibu Adde, saya jadi cepat memahami pelajaran,” kata Indah.
Sedangkan Wiranti, mengaku, hasil dari praktik percobaan ini membuatnya mengerti cara-caranya, “Mulai dari menggosok, menginduksi (mendekatkan) dan dan menginduksi magnetik elektromagnetik,” tuturnya.
Pembelajaran aktif yang telah dilakukan dapat terlaksana dengan baik karena hasil dari bimbingan fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.
Penulis : Adde Irma Yusri, S.Pt, Guru IPA Kelas 9
SMPN 12 Tanjung Jabung Timur/ Guru Mitra Program PINTAR Tanoto Foundation
Pewarta: Adde Irma YusriEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026