Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi mengimbau seluruh masyarakat tidak terprovokasi oleh situasi yang tengah berkembang dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di tanah air, termasuk di wilayah Jambi.
"Untuk masyarakat Provinsi Jambi, jangan terprovokasi oleh situasi yang ada saat ini. Kita fokus saja menjaga situasi dengan baik," kata Gubernur Jambi Al Haris saat melakukan pertemuan dengan Forkompinda Provinsi Jambi di rumah dinas gubernur di Jambi, Ahad.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada anggota keluarga agar tidak terpancing isu-isu yang justru mengarah pada hal tidak baik. "Menjaga marwah sebagai negeri melayu, terhindar dari isu adu domba dan provokasi," ujarnya.
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Jambi menginginkan situasi di Jambi tetap aman dan kondusif karena Provinsi Jambi memiliki adat istiadat yang kuat.
Untuk itu, gubernur minta kepada seluruh lapisan masyarakat ikut membantu pemerintah menciptakan situasi aman dan terkendali sehingga tidak berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurut ia, jika suasana tidak terkendali akibat kericuhan maka akan berdampak pada sektor ekonomi. "Untuk itu, menjadi tanggung jawab bersama agar situasi di Provinsi Jambi tetap berjalan kondusif," tambahnya.
Melalui diskusi bersama lintas sektor pada Minggu pagi di rumah dinas gubernur, semua pihak, mulai dari TNI, Polri, pejabat daerah, tokoh masyarakat, agama, rektor dari berbagai universitas dilibatkan agar stabilitas keamanan di Jambi tetap berjalan baik.
"Karena kalau sudah ada kericuhan, jalanan macet hal itu akan berdampak pada ekonomi. Orang berbelanja menjadi susah dan lain sebagainya. Kita berdiskusi bicara dari hati ke hati, bicara secara kekeluargaan dengan forkompinda," jelas Al Haris.
Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Polisi Krisno H. Siregar dalam pertemuan tersebut mengatakan polisi bertugas berdasarkan undang-undang dan jika kegiatan unjuk rasa berjalan anarkis akan ditindak tegas.
Menyikapi rencana aksi lanjutan, Kapolda menyatakan telah menyiapkan langkah-langkah terbaik.
Kapolda menambahkan pihaknya telah mengamankan pelaku unjuk rasa yang berakhir anarkis pada Jumat (29/8) hingga Sabtu (30/8) dini hari.
"Amankan sudah, nanti tanya sama pak Kapolresta ya," katanya
