Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi gagas program sahabat pangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) upaya memperkuat program ketahanan pangan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
"Program ini lahir dari komitmen jajaran pemasyarakatan di Jambi untuk menghadirkan kontribusi positif bagi bangsa, tidak hanya dalam bidang pembinaan warga binaan, tetapi juga dalam menjawab tantangan strategis di sektor pangan," kata Kakanwil Ditjenpas Jambi, Hidayat di Jambi, Sabtu.
Lanjutnya, melalui program tersebut setiap Lapas di Jambi diarahkan untuk mengembangkan potensi lahan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
Inisiatif itu sejalan dengan semangat Astacita yang menekankan kemandirian bangsa, keberlanjutan sumber daya, serta peningkatan kesejahteraan bagi warga binaan dan masyarakat.
Menurutnya, sahabat pangan Lapas memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan pemasyarakatan, seperti ternak ayam petelur, tanaman jagung, penanaman padi, hidroponik dan lainnya.
Program tersebut diharapkan dapat menciptakan kemandirian pangan sekaligus membuka ruang pembinaan yang lebih konstruktif dan dukungan penambahan ekonomi bagi warga binaan.
Hasil produksi yang dikelola akan masuk melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian dialirkan kembali menjadi sumber pendapatan serta tabungan bagi warga binaan.
Hidayat menjelaskan, program tersebut akan berkolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, masyarakat, dan media (pentahelix).
Selain untuk mendukung pemerintah pusat, program ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.
Dengan harapan, pemasyarakatan di Jambi hadir tidak hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.
"Program tersebut akan kita luncurkan tanggal 25 September di Lapas Muara Bulian. Model ini diharapkan dapat memperluas dampak ketahanan pangan dengan melibatkan berbagai pihak secara sinergis," ungkap Hidayat.
