Kabupaten Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kuala Tungkal bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) beri pemahaman manfaat asuransi petani di wilayah itu.
Pemimpin Cabang Bulog Kuala Tungkal, Kanwil Jambi Reny Lelianda, di Aula Bapedda Tanjab Timur, Selasa mengatakan, sosialisasi berkelanjutan mengenai asuransi pertanian adalah kunci untuk membangun ketahanan pangan.
"Kegiatan sosialisasi asuransi pertanian bagi 30 petani sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog peduli petani, pilar pembangunan sosial, khususnya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2, tanpa kelaparan," jelasnya.
Menurut dia, Kabupaten Tanjab Timur memiliki karakteristik wilayah dataran rendah dengan tanah gambut dan aliran pasang surut, serta curah hujan tinggi yang pada musim kemarau rawan kebakaran.
Kondisi geografis itu, menimbulkan risiko gagal panen yang cukup besar. Melalui sosialisasi ini, Bulog berupaya meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya perlindungan usaha tani melalui asuransi pertanian sebagai upaya mitigasi terhadap perubahan iklim, hama, serta bencana alam.
Lanjut Reny, kegiatan sosialisasi diharapkan mampu memberikan edukasi menyeluruh mengenai manfaat asuransi, mekanisme pendaftaran, hingga proses klaim.
Dengan pemahaman yang lebih baik, petani diharapkan mampu mengelola risiko secara lebih efektif sehingga usaha tani tetap berkelanjutan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan upaya untuk menanamkan pemahaman bahwa risiko usaha tani harus dikelola secara profesional dan terstruktur.
"Sektor pertanian merupakan penopang utama ketahanan pangan, namun sangat rentan terhadap faktor alam maupun non-alam," katanya.
Melalui program ini, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani dalam meningkatkan adaptasi (resiliensi) dan menjaga stabilitas pangan daerah.
Oleh karena itu, penting bagi para petani untuk memahami manfaat asuransi sebagai instrumen perlindungan utama.
Tentunya, dalam upaya memperluas jangkauan dan keberlanjutan program asuransi pertanian, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang sangat krusial dalam penyediaan program dan mempermudah akses pendaftaran asuransi bagi petani.
"Dengan adanya sosialisasi ini tentunya dapat menjadikan kita semakin sadar akan pentingnya asuransi bagi usaha yang sedang dijalankan," tutupnya.
