Bangko, Merangin (ANTARA) - Bupati Kabupaten Merangin M. Syukur memberikan teguran keras kepada sejumlah perusahaan kelapa sawit yang tidak mengirimkan pimpinan atau top manager dalam rapat pembahasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Kekecewaan itu disampaikan Bupati saat mendapati sebagian besar perusahaan yang diundang hanya mengutus perwakilan.
Sementara pengambil keputusan utama tidak hadir dalam forum yang membahas persoalan harga TBS yang menjadi perhatian para petani sawit di Kabupaten Merangin.
Bupati Kabupaten Merangin M. Syukur dalam rapat tersebut mengatakan bahwa ini merupakan wadah komunikasi penting antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lapangan, khususnya terkait harga TBS yang diterima petani.
“Pemerintah dan perusahaan harus membangun kemitraan yang baik. Ketika perusahaan tidak mengindahkan undangan pemerintah, tentu menjadi catatan bagi kita semua. Apalagi yang dibahas menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” ujar Bupati.
Ia menegaskan kehadiran pimpinan perusahaan sangat diperlukan karena berbagai persoalan yang dibahas membutuhkan keputusan langsung dari pihak manajemen.
Dengan demikian, setiap kendala yang muncul dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu koordinasi berjenjang.
Bupati juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan iklim investasi di wilayah Merangin.
Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah dinilai sangat penting untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat merugikan masyarakat maupun dunia usaha.
“Tugas pemerintah daerah tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memastikan investasi berjalan dengan baik. Karena itu diperlukan hubungan yang saling menghormati dan komunikasi yang terbuka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, M. Syukur meminta para perwakilan perusahaan yang hadir menyampaikan pesan kepada manajemen masing-masing agar ke depan dapat menghadiri langsung forum-forum strategis yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Usai memberikan arahan, rapat dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing perusahaan terkait kendala yang menyebabkan masih adanya perbedaan harga TBS di lapangan dibandingkan dengan harga yang telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan.
Pembahasan tersebut dilakukan untuk mencari solusi bersama demi melindungi kepentingan petani sawit sekaligus menjaga keberlangsungan investasi di Kabupaten Merangin.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026