Kabupaten Sarolangun (ANTARA) - Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni wilayah Kabupaten Sarolangun, mencatat titik api dua bulan terakhir sejumlah 222 titik api yang tersebar.
Sekretaris Daops Manggala Agni Sarolangun, Difa Islami, Jumat mengatakan dalam kurun waktu dua bulan ini sebanyak 222 titik hotspot yang terpantau Kabupaten Sarolangun.
Dari jumlah titik hotspot yang terpantau tersebut tentunya melakukan pengecekan ke lapangan.
"Rata-rata hotspot yang kita cek itu memang terjadi kebakaran," katanya.
Lanjut Difa, untuk luas lahan yang terbakar, ia mengatakan bahwa tahun 2025 ini menurut data manggala agni ada seluas 43,62 hektare.
Kondisi kemarau ini, kata dia menurut prediksi BMKG puncak kemarau itu yakni pada Juli dan Agustus.
"Tentunya bulan ini kita terus meningkatkan kewaspadaan kita, terutama itu di lahan-lahan gambut. Saat ini yang terpantau masih lahan warga," ucapnya
untuk langkah antisipasi, pihaknya terus memantau jika terdapat titik hotspot, terutama di lahan gambut.
"Yang menjadi fokus kita untuk wilayah Sarolangun yakni Kecamatan Pauh, Kecamatan Air Hitam dan Kecamatan Sarolangun. di tiga kecamatan ini memang terpapar lahan gambut, dan sebelumnya sering terjadi kebakaran," ungkapnya
