Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi menjamin penanganan penyakit ikan melalui gugus tugas yang dibentuk oleh pemerintah daerah setempat.
"Jambi telah memiliki gugus tugas tanggap darurat pengendalian penyakit ikan yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha budi daya masyarakat," kata Kabid Perikanan Budidaya DKP Provinsi Jambi Ahmad Fadlan di Jambi, Selasa.
Ia menjelaskan gugus tugas ini secara rutin melakukan pemantauan ke lapangan, baik di unit pembenihan rakyat (UPR) maupun kelompok pembudi daya ikan.
Monitoring yang dilakukan meliputi pengecekan kualitas air di lokasi budi daya serta pengambilan sampel ikan yang diduga terserang penyakit.
Setiap sampel diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab serangan penyakit pada ikan. Dari hasil laboratorium, bisa diidentifikasi langkah penyelamatan, termasuk menyusun rekomendasi penanganan untuk diterapkan kepada pembudi daya.
Ia mengatakan penyakit ikan yang paling dominan menyerang tambak pembudi daya berupa ictaluri yang menyebabkan banyak ikan mati secara mendadak akibat terpapar bakteri.
Dua penyakit bakteri tersebut muncul akibat penurunan kualitas air, termasuk akibat kondisi cuaca ekstrem.
Serangan kasus penyakit sempat ditemukan di beberapa lokasi, seperti kolam budi daya patin di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dan di wilayah Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Namun, berkat laporan cepat dari para pembudi daya dan pendampingan penyuluh perikanan, kasus-kasus tersebut dapat segera ditangani.
Untuk meminimalisasi ancaman tersebut, petani tambak diimbau selalu rutin menjaga kualitas air serta pemberian vitamin untuk ikan, termasuk manegemen pemberian pakan secara teratur.
Ia mengatakan gugus tugas tanggap darurat di Jambi telah mendapat dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia.
Kehadiran FAO sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada para pembudi daya ikan dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan sektor perikanan budi daya.
"Kerja sama lintas lembaga, baik pemerintah pusat maupun mitra internasional, sangat berarti bagi Jambi. Dengan dukungan yang ada, kami optimis potensi perikanan budidaya dapat terus berkembang," katanya.
