Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Program cetak sawah rakyat (CSR) 2025 di Kabupaten Batang Hari mengalami penundaan akibat cuaca alam yang tidak memungkinkan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Daerah Kabupaten Batang Hari Bambang Satyono di Muara Bulian, Jumat, mengatakan penundaan program cetak sawah rakyat pada 2025 dikarenakan
curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir.
Dampak intensitas hujan tinggi dan sering terjadi akibatnya membuat lahan-lahan banyak terendam air dan juga program CSR tersebut tidak bisa dilaksanakan tepat waktu.
"Target awal kita tidak bisa dipenuhi, namun kita diberi perpanjang waktu hingga akhir Maret 2026 untuk melaksanakan program tersebut,"katanya.
Namun, jika pihaknya melebihi batas dari 31 Maret 2026, artinya terhitung dari awal bulan Januari sampai Maret dikenakan sanksi satu persen dari nilai kontrak yang ada.
"Jadi semakin lama pengerjaannya CSR itu maka untuk dendanya semakin tinggi,"ujarnya.
Dengan melihat kondisi alam saat ini debit air sudah turun, genangan air mulai kering. Untuk itu pekerjaan CSR 2025 di Batang Hari siap dilanjutkan awal Februari 2026.
Setelah terselesaikan tahap awal dengan membuka lahan cetak sawah rakyat itu, selanjutnya dilakukan rehab seperti irigasi perpompaan yang menunjang dari kegiatan program CSR tersebut.
Dan kemudian, ia juga mengatakan nantinya ada bantuan bibit dan pupuk sampai nanti semuanya siap tanam. Pihaknya berharap pada pertengahan tahun ini semuanya sudah bisa dilaksanakannya sesuai dengan program.
"Mudah-mudahan kita dapat menyelesaikan program ini dan bisa mencapai ip 200 untuk di Kabupaten Batang Hari," tutupnya.
