Kota Jambi (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi melibatkan sebanyak 12 desa dalam memperkuat program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) guna mencegah perluasan penyalahgunaan narkoba melalui peran aktif tokoh masyarakat dan pemuda yang tergabung di karang taruna.
"Program IBM ini merupakan turunan instruksi BNN pusat sejak 2021, hingga tahun 2026 tercatat 12 desa yang terlibat," kata Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Jambi Sherly Meidya Ova, di Jambi, Kamis.
Ia menyebutkan, setiap unit IBM beranggotakan lima orang yang bertugas melakukan pencegahan dini di tingkat desa dan kelurahan.
Selain IBM, kata dia, BNNP Jambi tahun ini menerima alokasi anggaran rehabilitasi untuk 50 pecandu.
Namun, ia memastikan pihaknya tetap mengakomodasi seluruh pengajuan rehabilitasi masyarakat melampaui kuota anggaran yang tersedia guna memastikan pemulihan pecandu tetap berjalan.
Sepanjang 2025, BNNP Jambi telah melayani 150 peserta rehabilitasi, terdiri atas 132 laki-laki dan 18 perempuan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit luar daerah, sementara sisanya menjalani pemulihan di BNNK Batang Hari, Kota Jambi, dan Tanjung Jabung Timur.
BNNP Jambi, ungkap dia, kini tengah mengusulkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Rehabilitasi di wilayah setempat.
Fasilitas ini bertujuan memudahkan jangkauan layanan pengobatan sehingga masyarakat Jambi tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.
"Jadi, masyarakat jangan takut melapor karena ini bukan aib dan tidak dipidana. Semua layanan gratis," tegas Sherly.
